Politikus PAN Amien Rais bersama 23 orang lainnya yang menggugat Perppu Corona ke Mahkamah Konstitusi (MK) tampaknya harus rela kecewa. Pasalnya, gugatan tersebut dipastikan otomatis gugur demi hukum lantaran Perppu Corona sudah terlanjur disahkan menjadi UU oleh DPR pada Senin (4/5/2020).

"Kalau UU itu sudah ada, berarti perkara kehilangan obyek perkara," ujar Kabag Humas dan Kerja Sama Dalam Negeri MK, Fajar Laksono, Selasa (5/5/2020).

Fajar mengatakan, MK sendiri tidak bisa memastikan kapan proses uji materi terhadap Perppu Nomor 1 Tahun 2020 selesai. Proses tersebut sangat bergantung pada bobot isu konstitusional dan pemohonnya. 

"Tidak pola baku, bergantung pada bobot isu konstitusional, bergantung pada pemohonnya juga," kata Fajar.

Misalnya nanti semua pemohon ajukan ahli masing-masing lebih dari dua, bisa jadi sidang menjadi lebih lama," lanjutnya. 

Meski begitu, jika Perppu tersebut ditetapkan menjadi UU, pemohon dapat kembali mengajukan uji materi di MK. "Terhadap UU itu nantinya terbuka untuk kembali diuji materi di MK," ungkap Fajar. 

Sebelumnya, Amien Rais Cs menuding Perppu tersebut memuat sejumlah pasal ‘kebal hukum’ kepada pemerintah untuk mengelola dana darurat corona sebesar Rp 405 triliun.

Selain Amien Rais, Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM Oce Madril juga mengkritik keras Perppu 1/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona. 

Sebab, Perppu Corona itu 'menghapus' delik korupsi di kala kondisi krisis. "Ketentuan Pasal 27 itu memberikan imunitas dan kekebalan hukum bagi pihak-pihak tertentu," kata Oce kepada wartawan, Jumat (3/4/2020).

Hak istimewa itu diberikan kepada pejabat-pejabat di bidang keuangan, yaitu Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kemenkeu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). 

Mereka diberi kekebalan hukum secara mutlak. Kebal hukum secara pidana, perdata, dan bahkan administratif. "Kekebalan hukum yang luar biasa, yang bahkan Presiden pun tidak memilikinya," cetus Oce.