Wajah sumringah tampak dari raut muka para pedagang takjil yang ada di Kota Bengkulu.

Bagaimana tidak, seluruh dagangan mereka yang selama ini sepi pembeli akibat wabah corona, ludes diborong Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, pada Selasa (28/4) petang. “Alhamdulillah, senang sekali, dapat rejeki ya, dagangan kami laris. Semoga corona segera berakhir dan keadaan dapat kembali seperti semula,” ungkap Yeni, pedagang takjil di jalan Depan IAIN Bengkulu.

Senada dengan Yeni, pedagang Takjil di jalan Pagar Dewa Kota Bengkulu, Febriani juga merasa senang dagangan takjilnya diborong semua oleh Gubernur Rohidin.

Terlebih lagi dengan keadaan sekarang akibat wabah Corona, dirinya bersama pedagang kecil lainnya merasakan sulitnya pembeli yang otomatis menurunkan penghasilannya sehari-hari.

“Sangat bersyukur, apalagi saat ini sangat sepi pembeli. Kami ucapkan terimakasih kepada pak gubernur yang peduli dengan kami pedagang kecil ini. Kami berharap hal seperti ini terus terjadi dan pak gubernur dapat lebih peduli kepada rakyat,” ujarnya, yang telah berdagang selama delapan tahun ini.

Bukan saja para pedagang takjil yang sumringah, masyarakat yang akan berbuka puasa juga ikut senang gembira karena dapat takjil gratis yang diborong Gubernur Rohidin.

“Wah, mau beli takjil tadi nggak taunya dapat gratis karena sudah diborong semua oleh pak gubernur. Terima kasih pak gubernur,” ujar Renno, yang terkejut saat tidak jadi membayar belanjaan takjil karena sudah dibayar Gubernur Rohidin.

Upaya memborong semua dagangan takjil dibeberapa tempat di Kota Bengkulu merupakan langkah nyata Gubernur Rohidin dalam rangka menggerakkan ekonomi rakyat ditengah wabah corona ini.

“Saya melihat animo masyarakat, aktifitas ekonomi masih berjalan bagus untuk terus bertahan hidup dalam situasi Corona saat ini. Jadi saya ingin membeli semua dagangan usaha kecil dan menengah seperti ibu-ibu  pedagang  takjil ini melalui anggaran program yang ada, untuk dibagikan lagi ke masyarakat yang membutuhkan,” tutur Gubernur Rohidin, saat memborong Takjil jalan Pagar Dewa, Kota Bengkulu.

Hal ini akan terus dilakukannya hingga merata keseluruhan pedagang kecil yang ada di Provinsi Bengkulu. 

Diakuinya, tidak mungkin semua dagangan akan dibeli oleh gubernur sendiri, untuk itu dirinya berharap apa yang dilakukannya ini dapat diikuti oleh seluruh  pejabat di instansi pemerintah maupun swasta, tak terkecuali TNI dan POLRI 

“Sekali lagi, jangan berharap gubernur akan membeli dagangan pelaku usaha se- provinsi ini. Tapi ini yang saya contohkan, kita lakukan merata ke beberapa titik di Provinsi Bengkulu ini. Kita budayakan betul perusahaan, BUMN, termasuk seluruh pejabat pemerintah, Bupati/Walikota, TNI maupun Polri, semua belanja dan kita berikan kepada masyarakat, maka ekonomi Bengkulu akan bergerak,” pungkasnya.