Derasnya kritikan kepada pemerintah terkait bencana nasional virus corona ternyata berbanding terbalik dengan hasil survei. Buktinya, survei Median mencatat 52,4 persen publik puas terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam menangani wabah virus corona jenis baru atau Covid-19.

"Sementara ada 40,1 persen yang tidak puas terhadap kinerja pemerintah dan menjawab biasa saja sebesar 7,5 persen," tulis hasil survei Median dalam laporannya, Sabtu (18/4/2020).

Dari hasil survei, sebanyak 19,4 persen responden menjawab bahwa pemerintah sudah melakukan yang terbaik; 10,7 persen menjawab sudah cepat tanggap; dan 8,7 persen beralasan bahwa kinerja pemerintah bagus dalam menangani Covid-19.

Sebaliknya, 40,1 persen yang tidak puas terhadap kinerja pemerintah menganggap bahwa pemerintah lambat dengan persentase 18,0 persen; 16,7 persen publik menilai pemerintah tidak antisipatif dan anggap enteng; dan 15,3 persen menjawab bahwa kordinasi pemerintah buruk.

Kemudian, menutup informasi 5,3 persen; kebijakan kurang tepat 5,3 persen; masyarakat kecil banyak terbebani 4,7 persen; bantuan tidak merata 4,7 persen; tidak menyediakan alat pelindung diri 4 persen; dan sudah banyak korban 3,3 persen.

Selanjutnya, tidak bisa menyadarkan masyarakat 1,3 persen; tempat ibadah ditutup 0,7 persen; ketersediaan masker tidak sesuai data 0,7 persen; dan fokus pembangunan infrastuktur 0,7 persen.

Adapun hasil survei Median ini menunjukkan dinamika persepsi yang terjadi selama masa pengambilan data pada 6 April hingga 13 April yang respondennya dipilih secara acak dari Survei Nasional Median sebelumnya, yakni pada September 2018 hingga Februrai 2020 dengan ditemukan total 20.658 nomor telepon responden.

Dari total 20.658 tersebut, diambil sampel 800 responden dengan margin of error sebesar +/- 3,46 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.