Kabar berpulangnya penyanyi pop melankolis, Glenn Fredly Latuihamallo tak ayal mengejutkan banyak kalangan. Bukan hanya kerabat dekat dan penggemarnya, ungkapan duka cita juga berdatangan dari para pejabat publik yang sempat berinteraksi atau berkawan akrab dengan sang penyanyi asal Ambon tersebut.

Salah satu ungkapan duka cita pejabat publik yang cukup menarik perhatian datang dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan. Meski tak panjang-panjang menulis tentang sosok Glenn Fredly, namun apa yang ditulis Anies Baswedan di media sosial pribadinya cukup menyentuh.

"Kejernihan suara itu mengalir dari hati yang indah. Dari hati itu pula gerak kepedulian memancar. Jadilah ia musisi yang aktivis.

Ia memilih repot, memilih terjun langsung: memilih rute tak biasa. Itulah yang membuatnya jadi penjuru, jadi rujukan. Itulah Glenn!

Setiap ngobrol selalu ia bicara tentang masyarakat, tak pernah ngobrol kosong. Selalu berorientasi aksi.

Telah dicukupkan usianya, tapi karyanya, kepeduliannya, semangatnya dan suaranya akan selalu bersama Indonesia... bersama kita semua....

Selamat jalan Glenn..." demikian tulis Anies Baswedan.

Glenn Fredly Latuihamallo  mengembuskan napas terakhirnya, Rabu (08/04/2020) malam. Kabar duka tersebut datang dari sahabat Glenn Fredly, Tompi yang memberitahu berita sedih ini melalui pesan WhatsApp ke media.

"Telah berpulang saudara kami, Glenn Fredly, malam ini. Mhn dimaafkan semua salahnya. Dia yg selalu hadir menggerakkan kita semua," tulis Tompi.

Glenn Fredly meninggal dunia di RS Setia Mitra pada pukul 18.00 WIB. Hingga berita ini diturunkan belum diketahui Glenn Fredly mengidap satu penyakit atau karena akibat lain.

Glenn Fredly merupakan musisi dan pencipta lagu yang mulai terkenal sejak membawakan lagu Kasih Putih pada awal 2000-an.

Lahir dengan nama Glenn Fredly Deviano Latuihamallo pada 30 September 1975, Glenn memulai karier dengan menjadi vokalis Funk Section sekitar 1995.

Tiga tahun kemudian, Glenn bernyanyi solo dan meluncurkan sebuah album bertajuk 'Glenn' berisi 8 buah lagu. Namun baru album kedua, 'Kembali', popularitas Glenn menanjak.

Glenn meneruskan karyanya melalui album Selamat Pagi, Dunia! (2002), Ost Cinta Silver (2005), Aku & Wanita (2006), Happy Sunday (2007), Private Collection (2008), dan Lovevolution (2010).

Glenn Fredly bukan hanya berkarier secara solo, ia juga membentuk trio bersama Tompi dan Sandhy Sondoro bernama Trio Lestari.

Sebelum meninggal dunia, Glenn Fredly menikah dengan Mutia Ayu pada 2019, dan pernah menjalin rumah tangga bersama penyanyi Dewi Sandra pada 2006-2009. 

Glenn Fredly diketahui juga sudah memiliki anak dari Mutia Ayu yang usianya belum sampai dua bulan yang mereka beri nama Gewa Atlana Syamayim Latuihamallo.