Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menyoroti perihal pandemi Covid-19. SBY menuangkan hal itu dalam sebuah tulisan berjudul "Indonesia Harus Bersatu dan Fokus Pada Penghentian Penyebaran Virus Corona" yang diunggah di akun Facebook resmi SBY, Rabu (8/4/2020).

Dalam tulisan itu, SBY memberikan pandangan terkait sejumlah hal. Mulai dari PM Inggris Boris Johnson yang masuk ICU di London gegara Covid-19, kepemimpinan di masa-masa sulit hingga langkah Presiden Joko Widodo mengeluarkan stimulus Rp 405 triliun.

SBY juga berbagi pengalaman memimpin kondisi kritis dan darurat mengatasi bencana alam terbesar awal abad 21, yaitu tsunami Aceh dan Nias. Dalam bagian ini SBY seakan ingin menyindir halus Jokowi untuk mengambil peran dalam menghadapi kondisi darurat.

Dalam perjalanan hidup saya, khususnya ketika selama sepuluh tahun memimpin Indonesia, beberapa kali saya memimpin negara dan pemerintah dalam mengatasi krisis. Sebagai contoh, sewaktu bersama Wapres Jusuf Kalla mengatasi bencana alam terbesar awal abad 21, yaitu tsunami Aceh dan Nias; sewaktu mengatasi krisis meroketnya harga minyak dunia di tahun 2005, 2008 dan 2013; dan sewaktu mengatasi krisis ekonomi global tahun 2008-2009 bersama Pak Jusuf Kalla, Pak Boediono, Ibu Sri Mulyani dan para pejabat negara baik pusat maupun daerah yang lain.

Dalam masa krisis dan "darurat" tersebut, saya harus memimpin secara langsung. Bertanggung jawab secara penuh. I must be at the driving seat. Ibarat sedang menjalankan kendaraan, saya sendiri yang harus mengemudikannya, sementara rakyat Indonesia sebagai penumpangnya. Tentu saja perjalanan kendaraan itu dalam cuaca yang buruk, menembus hujan lebat dan badai, sementara jalannya berliku dan kiri kanannya pun tebing dan bukit. Secara manusiawi dalam keadaan seperti ini semua merasa tegang, "stress" bahkan takut.

Nah, dalam suasana krisis tersebut, seorang pemimpin sering lupa atas keamanan dan keselamatan dirinya. Bisa lupa makan dan minum, kurang tidur dan bahkan tidak mengenal waktu untuk beristirahat. Karena .... dalam hati dan pikirannya, tugaslah yang harus diutamakan. Mission must be well accomplished. Krisis harus bisa diatasi. Negaranya harus selamat. Rakyat harus dilindungi. Semuanya dipandang sebagai tugas dan kewajiban moral seorang pemimpin.

Simak selengkapnya tulisan SBY berikut ini:

INDONESIA HARUS BERSATU DAN FOKUS PADA PENGHENTIAN PENYEBARAN VIRUS KORONA

Oleh: Susilo Bambang Yudhoyono