Kabar duka membayangi Kedutaan Besar Amerika Serikat. Dua orang staf lokal Kedutaan Besar Amerika Serikat meninggal karena virus Corona. Salah satu staf tersebut adalah staf lokal Kedubes AS di Jakarta.

Pemerintah Amerika Serikat seperti diberitakan Reuters menyebut ini sebagai kasus meninggal pertama bagi staf kedubes yang terkait dengan Corona. Staf tersebut berbasis di Jakarta dan Kinshasa, Kongo.

Namun, kabar terjangkitnya dua kedutaan Negeri Paman Sam itu dibantah perwakilan kedubes AS.

"Kami saat ini tidak memiliki laporan kematian COVID-19 terkait staf Amerika dalam tenaga kerja domestik dan global Departemen Negara," tambah perwakilan tersebut seperti dilansir Reuters, Rabu (1/4/2020).

Sesuai protokol kesehatan, orang-orang dan lokasi korban positif terjangkit virus corona harus dikarantina selama 14 hari. Langkah ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19.

AS Tarik Warga dari Indonesia

Departemen Luar Negeri AS pada Rabu (25/3/2020), memerintahkan kepulangan anggota keluarga pegawai kedutaan besar mereka yang berusia di bawah 21 tahun dari Indonesia.

Anggota keluarga ini meliputi pegawai Kedutaan Besar di Jakarta, USASEAN, Konsulat Jenderal di Surabaya dan Konsulat di Medan.

"Departemen Luar Negeri membuat keputusan ini karena bukti Covid-19 di Indonesia, kapasitas medis Indonesia saat ini, dan ketersediaan penerbangan saat ini dari Indonesia," tulis keterangan itu.

Data COVID-19

Catatan Reuters, virus Corona sudah membunuh lebih dari 38.800 orang di seluruh dunia dan menginfeksi hampir 800.000 orang. Virus ini sudah mengubah kehidupan normal, menutup sekolah, industri, dan memicu PHK di seluruh dunia.

Data terakhir di Indonesia, 1.528 orang positif terjangkit Corona, 136 orang meninggal, dan 81 orang dinyatakan sembuh.

Sementara itu, di Amerika Serikat, virus ini sudah menewaskan lebih dari 3.700 orang dan menginfeksi 184.000 orang.

Pada Senin, wakil kepala petugas medis untuk operasi di Biro Pelayanan Kesehatan Departemen Luar Negeri, William Walters, mengatakan pemerintah memiliki 75 kasus di luar negeri dan lima staf lokal yang dipekerjakan di rumah sakit. Di dalam negeri, ada 30 kasus di sembilan kota di AS.