Setelah menjalani masa libur di sesi perdagangan pertengahan pekan kemarin, Rabu (25/3). Nilai tukar mata uang Rupiah terhadap Dolar AS akan kembali menjalani sesi perdagangan hari keempat pekan ini, Kamis (26/3) dengan cukup ceria.

Setidaknya bekal positif masih akan menjadi modal penting bagi Rupiah untuk melakukan gerak menguat pada sesi hari ini. Seperti diwartakan sebelumnya, sentimen positif masih datang dari Amerika serikat, di mana paket stimulus  yang diajukan pemerintahan Presiden Trump untum menanggulangi imbas pukulan wabah Voronavirus pada kinerja perekonomian AS.

Paket stimulus Truimp disebutkan mencakup jumlah yang sangat besar dengan mencapai kisara $2 triliun atau setara dengan Rp33.000 triliun.  Namun kabar terkini dari Senat AS menunjukkan, usulan Trump tersebut yang nampaknya masih membutuhkan waktu dan proses di Sernat untuk dikabulkan.

Secara keseluruhan sentimen masih positif di sesi hari ini, dan oleh karenanya Rupiah sangat prospektif untuk mampu menundukkan liarnya  mata uang Dolar AS yang telah terjadi dalam beberapa pekan sesi perdagangan terakhir.

Catatan menunjukkan, pada sesi perdagangan Selasa lalu (24/3), nilai tukar Rupiah yang terhenti di kisaran Rp16.500 per Dolar AS setelah menguat moderat 0,45%.

Tinjauan teknikal sebelumnya juga menunjukkan, gerak nilai tukar Rupiah  yang masih berada dalam tren pelemahan jangka menengah yang cukup solid. Gerak balik menguat di sesi hari ini, oleh karenanya setidaknya akan menghambat  laju peklemahan Rupiah yang telah terlalu berlebihan sebagai imbas dari sentimen persebaran wabah Coronavirus.