Laporan terkini dari jalannya sesi perdagangan saham di bursa utama Asia menunjukkan, investor yang berupaya bertahan dengan sikap optimis menyusul berhasilnya indeks Wall Street di sesi perdagangan sebelumnya masih mampu bertahan positif.

Pelaku pasar telah mendapatkan suguhan sentimen suram terkini dari kinerja perekonomian Singapura. Negeri Merlion itu dilpaorkan telah merilis kinerja perekonomiannya untuk kuartal pertama tahun 2020 yang mengalami kontraksi sebesar 2,2%. Penyusutan kinerja ekonomi negeri kecil namun sangat strategis di sektor keuangan Asia tersebut  terluihat seiring dengan pukulan yang sebelumnya menghunjam kinerja perekonomian China akibat persebaran wabah Coronavirus.

Meski demikian, secara umum pelaku pasar masih tersita perhatiannya pada proses persetujuan paket stimulus pemerintahan Trump oleh Senat AS yang masih berlangsung. Sentimen lain juga datang dari AS yang akan merilis data tunjangan pengangguran beberapa menit ke depan.

Sikap optimis ecara keseluruhan akhirnya masih cenderung bertahan. Hingga ulasan ini disunting, indeks Nikkei (Jepang) merosot 2,57% untuk menjangkau posisi 19.043,98, sementara indeks ASX 200 (Australia) melompat tajam 1,68% untuk menjejak kisaran 5.082,0, dan indeks KOSPI (Korea Selatan) yang menanjak 0,84% untuk berada di 1.719,05.

Dengan bekal kepuangan sentimen yang lumayan menguntungkan tersebut, indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa efek Indonesia yang akan dibuka sesi perdagangannya beberapa menit ke depan, diyakini akan cenderung menguat.

Terlebih pada sesi perdagangan kemarin seluruh indeks di Asia mengalami lonjakan fantastis saat bursa saham Indonesia libur merayakan Hari Raya Nyepi.