Saat ini seluruh dunia masih disibukkan dengan Corona Virus Desease 2019 atyau COVID-19 yang sudah menewaskan ribuan orang. Bahkan vaksin untuk pandemi yang berawal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, China ini pun belum lagi ditemukan. Tak hanya itu, China sebagai pusat penyebaran COVID-19 baru akan bangkit dari keterpurukannya. 

Di tengah fenomena menyedihkan tersebut, kekhawatiran baru muncul lagi di China, yaitu hantavirus atau virus hanta. Seorang pria asal Provinsi Yunan meninggal dunia karena hantavirus ini. Pria itu meninggal dalam perjalanan menuju Provinsi Shandong. Akibatnya, penumpang lain dalam bus yang ditumpangi itu pun diperiksa.

Ini tentu mengejutkan masyarakat China, di saat mereka belum benar-benar pulih dari wabah COVID-19.

“Seorang pria dari Provinsi Yunan meninggal ketika kembali untuk bekerja ke Provinsi Shandong dengan bus sewaan pada Senin. Hasil tes dia positif #hantavirus. Sebanyak 32 orang lainnya dalam bus itu diperiksa,” cuit akun Global Times News di Twitter, Selasa (24/03/2020). 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyatakan hantavirus merupakan keluarga virus yang disebarkan oleh tikus dan dapat menyebabkan beragam penyakit pada manusia di seluruh dunia. 

Melansir Anadolu, penyakit virus ini pertama kali dilaporkan di AS pada tahun 1993. Penyakit ini ditularkan ke manusia oleh tikus. Dari siaran Hinglish Dost yang dipantau redaksi, infeksi terjadi setelah seseorang menyentuh mata, hidung atau mulut mereka setelah menyentuh kotoran tikus, urine, atau saliva. 

Ada kemungkinan infeksi terjadi karena gigitan, tetapi kecil. Hantavirus dapat menimbulkan kematian. Namun, CDC menyebut tingkat kematian berkisar 30 persen. Gajala yang timbul dari serangan hantavirus yakni kelelahan, demam, nyeri otot, sakit kepala, dan masalah perut. 

Setelah 4-10 hari dari gejala awal HPS, mereka yang terinfeksi akan mengalami sesak napas dan paru-paru berisi cairan.