Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan akhirnya menghapus aturan izin impor bawang putih dan bombai. Hal ini dilakukan untuk menjaga pasokan di dalam negeri tetap terjaga di tengah penyebaran virus corona.

Dengan penghapusan izin impor tersebut, bawang putih yang berasal dari luar negeri bisa dengan cepat masuk ke Indonesia. Diharapkan, pasokan kedua komoditas tersebut di masyarakat bisa dijaga sehingga harganya terkendali. 

"Artinya (dengan kebijakan ini, impor) bebas," ujar Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Suhanto di Jakarta, Rabu (25/3).

Suhanto mengatakan selain menghapus izin, untuk memenuhi kebutuhan bawang putih di dalam negeri, pihaknya beberapa waktu lalu sudah mengeluarkan persetujuan impor bawang putih sebanyak 150 ribu ton. Dari jumlah persetujuan tersebut, per 9 Maret, impor sudah terlaksana 11 ribu ton.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan lewat penghapusan izin impor tersebut, importir tak perlu mengajukan Surat Perizinan Impor (SPI) kepada Kementerian Perdagangan. Selain SPI, pemerintah juga memberikan pembebasan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) melalui Kementerian Pertanian (Kementan).

Agus beberapa waktu lalu mengatakan pelonggaran tersebut ditempuh karena pasokan bawang putih di dalam negeri belakangan ini kian menipis. Kondisi tersebut telah menyebabkan harga komoditas tersebut melonjak sampai dengan 100 persen.