Kinerja Presiden AS Donald Trump dalam memimpin negeri  dengan perekonomian terkuat di dunia, Amerika Serikat, memang akrab dengan kehebohan. Sete;lah berhasil membius dunia dengan taktik perang dagang yang penuh kejutan, kali ini Preiden yang penuh kejutan itu berhasil memenangkan dukungan dari pihak senat untuk mengguyur paket stimulus fiskal hingga senilai $2 triliun (lebih dari Rp31.000 triliun).

Sebelumnya usulan paket stimulus Trump yang ditujukan untuk menanggulangi imbas persebaran wabah Coronavirus itu disebutkan akan diblokir oleh partai oposisi Demokrat. Namun kabar terkini menyebutkan bahwa paket stimulus yang sangat besar tersebut akan lolos bahkan tanpa pemungutan suara.

Kabar ini sekaligus melengkapi kabar positif sebelumnya dari Bank Sentral AS, The Fed yang juga menggelar operasi pasar  dengan mengguyur pendanaan dalam jumlah nyaris tak terbatas untuk menyelamatkan  pasar  dari keruntuhan ekstrim yang terjadi beberapa pekan terakhir.

Optimisme investor akhirnya bangkit dengan sangat ekstrim untuk melonjakkan indeks melambung gila dalam sesi perdagangan Selasa (24/3) yang baru ditutup beberapa jam lalu.  Indeks DJIA bahkan melonjak hingga 11,37% yang sekaligus sebagai lonjakan tertingginya sepanjang sejarah.

Laporan juga menunjukkan, saham-saham sektor perminyakan dan energi yang terangkat sangat tajam hingga 16% menyusul melonjaknya harga minyak dunia. Lonjakan sangat tajam juga dibukukan oleh saham-saham teknologi, seperti: Facebook, Netflix, Amazon, serta Alphabet.

Catatan menunjukkan, indeks DJIA menutup sesi kali ini dengan melambung fantastis 11,37% di 20.704,91, sementara indeks S&P 500 melompat 9,38% untuk berakhir di 2.447,33, dan indeks Nasdaq yang melesat sangat tajam 8,12% untuk terhenti di 7.417,86.