Ada peristiwa menarik dalam acara penyambutan bantuan alat kesehatan dari China di Bandara Halim Perdana Kusama, Jakarta, Senin (23/3/2020). Dalam acara yang dipimpin Menhan Prabowo Subianto tersebut, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto ikut menyambut. Nah, saat itu Terawan sendiri terlihat ikut mengenakan masker.

Padahal, ketika virus corona merebak di Wuhan dan perlahan masuk Singapura, Terawan berkali-kali mengumbar keyakinannya: corona tidak akan masuk ke Indonesia. Terawan menyebut, kekuatan doa orang Indonesia bisa menjadi salah satu penyebab corona 'takut' masuk Tanah Air.

Ucapan Terawan sebagai dokter spesialis terapi otak yang dikagumi banyak tokoh seperti SBY dan Prabowo, awalnya mampu mengobati rasa khawatir masyarakat Indonesia. Terlebih, ketika Terawan kembali mengimbau agar orang sehat tidak perlu mengenakan masker. Masker menurut Terawan hanya dibutuhkan mereka yang sedang sakit flu atau demam serta para tenaga medis. Lagi-lagi, masyakarat Indonesia kembali tenang.

Di saat bersamaan, corona semakin mengamuk di Singapura, menyebar ke Malaysia, hingga pada akhirnya perlahan masuk ke Indonesia. Puncaknya, dua warga Depok, Jawa Barat dikabarkan positif corona. Lalu, dimulailah kepanikan itu. Masyarakat semakin was-was lantaran corona ternyata berani menyerang Indonesia.

Setiap hari, yang dimulai awal Maret 2020, korban positif corona terus bertambah. Celakanya lagi, tidak hanya berfokus di Depok, tetapi juga menyebar hingga ke Jakarta, Bogor, Bekasi, Bandung, Surabaya, hingga ke Sumatera Utara. Bahkan, internal Kabinet Indonesia Maju yakni Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ikut dinyatakan positif corona.

Ternyata, prediksi dan keyakinan Terawan betul-betul salah total. Corona kini menghantam Indonesia dengan keras. Tanpa ampun. Presiden Jokowi harus menetapkan status darurat corona nasional menggantikan opsi lockdown yang barangkali terlalu menyeramkan bagi nasib ekonomi maupun sosial-politik.

Belakangan, ada desakan untuk Terawan agar mengundurkan diri karena dianggap terlalu meremehkan corona. Sebagai gambaran, saat ini sudah terdapat dua Menteri Kesehatan di negara yang juga mengalami serangan corona dengan sukarela mengundurkan diri. 

Pertama, Menteri Kesehatan Belanda, Bruno Bruins. Kedua, Menteri Kesehatan Ekuador Catalina Andramuno yang juga mundur karena merebaknya virus corona di negara Amerika Selatan itu.

Aduh, Pak Terawan.