Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akhirnya merespons pernyataan yang bermuatan sindiran dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dalam acara Ngobrol Tempo dan peluncuran buku 'Panggil Saya BTP', Senin (17/2), Ahok menyebut PSI sebagai 'partai kecil yang ngomong gede'.

Menariknya, respons tidak diberikan oleh Ketum PSI Grace Natalie, Ketua DPP PSI Tsamara Amany atau Sekjen PSI Raja Juli Antoni. Ketiga pentolan PSI itu seakan menghilang, padahal ketiganya dikenal dekat dengan Ahok.



Balasan PSI untuk menjawab sindiran Ahok justru datang dari Wasekjen PSI, Danik Eka Rahmaningtyas. Danik menjawab sindiran Ahok tersebut dengan ucapan terima kasih dan doa.

"Terima Kasih atas kritik Pak Ahok kepada PSI...Betul Pak, kami memang masih partai baru masih kecil, Insya Allah kami akan berjuang dengan apa yang kami punya," ujar Danik lewat video yang diunggah di channel Monologue TV, Selasa (19/2) malam. Akun tersebut kemudian juga diunggah ulang melalui akun twitter resmi PSI.

PSI, kata Danik, saat ini sudah mulai 'mengecilkan' omongan mereka dan lebih fokus menjaga amanah rakyat. Cara itu, lanjut Danik, dilakukan oleh para kader PSI yang duduk di sejumlah kursi dewan tingkat provinsi, kabupaten, hingga kota.

"Di Jakarta, PSI bekerja menyelamatkan anggaran, memastikan tak ada uang rakyat dikorupsi atau dihamburkan sia-sia. Saya jadi ingat, itu dulu yang Bapak perjuangkan di Jakarta. Nggih pak?," ujar Danik.

Danik menggarisbawahi, kerja-kerja PSI selama ini karena inspirasi yang didapat dari nilai yang ditanamkan Ahok ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Kami, semua teman-teman PSI akan selalu mendoakan Bapak dan menjalankan nilai yang Pak Ahok perjuangkan di manapun bapak berada," ujar Danik.

Sebelumnya, seperti dikutip CNNIndonesia.com, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan alasan dirinya memilih masuk PDI Perjuangan (PDIP). Ahok mengakui bahwa PDIP merupakan salah satu partai nasionalis besar. Ahok menilai partai baru hanya bisa ngomong gede, sebab mereka belum teruji ketika masuk parlemen.

Eks Wagub pasangan Ahok, Djarot Saiful Hidayat turut mengilas balik peristiwa Ahok masuk PDIP. Djarot mengungkapkan bahwa jelang Pemilu 2019, Ahok menolak menjadi sosok pembesar Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

"Dia (Ahok) tidak mau namanya untuk dianggap atau meng-endorse, membesarkan maaf ya, Partai PSI," kata Djarot.