Bakal pasangan calon independen di Pilkada Depok 2020, Yurgen Sutarno-Reza Zaki gagal melenggang ke tahap berikutnya dalam kontestasi. Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu gagal memenuhi target jumlah KTP sebagai bentuk dukungan warga.

Yurgen juga merupakan Calon Anggota Legislatif yang diusung Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dapil Jawa Barat VI Kota Depok dan Bekasi.

Berdasarkan siaran pers Yurgen-Zaki seperti yang diberitakan Kompas.com, total fotokopi KTP yang dihimpun oleh 426 relawan mereka mencapai 69.037 lembar. Jumlah ini terpaut jauh dari target 85.107 lembar fotokopi KTP atau 6,5 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Kota Depok.

"Hasil ini belum memenuhi persyaratan. Selain itu, batas waktu penyerahan syarat bakal calon perseorangan hanya sampai 23 Februari 2020," tulis mereka dalam keterangannya.

"Kami berterima kasih kepada seluruh relawan yang telah bekerja keras. Kami juga berterima kasih kepada seluruh warga Depok atas segala doa dan dukungan. Dengan ini, kami menghentikan pencalonan kami dari jalur independen," tulis mereka.

Namun, Yurgen-Zaki mengisyaratkan tetap akan masuk dalam kontestasi meskipun gagal mencapai target dukungan. Caranya yakni dengan membuka peluang diusung partai politik.

"Dengan modal dukungan 69.037 warga Depok, kami akan melanjutkan perjuangan melalui jalur partai politik," tutup mereka.

Partai Gede Omong 

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kelakarnya menyinggung PSI, partai baru yang pasang badan saat Ahok dilanda masalah. Kata Ahok, dia tidak ada pikiran untuk masuk di partai besutan Grace Natalie itu.

"Enggak ada dilema PDIP atau PSI. Saya berpikir suatu negara yang begitu tegang, dalam keadaan negara terbelah, kita harus punya satu partai nasionalis yang besar. Saya memimpikan PDIP bisa di atas 33 persen," kata Ahok.

Menurut Ahok, partai baru biasanya cuma hanya ngomong besar, tapi belum teruji saat masuk parlemen atau pemerintahan.

"Partai baru (cuma) bisa ngomong gede. Masuk ke dalam belum tentu teruji. Tapi yang penting mereka akan menggerogoti PDIP," ucap Ahok dalam acara peluncuran buku di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (17/2).