Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang melarang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengunjungi Kediri Jawa Timur karena suatu mitos atau takhayul yang ramai jadi perbincangan di media sosial. Mitos yang beredar yaitu jika presiden mengunjungi Kediri bakal lengser seperti Gus Dur.

Bagaimana pihak Istana merespons Jokowi percaya takhayul itu? Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, larangan seskab adalah mitos yang merupakan bagian budaya Jawa.

"Suka tidak suka, inilah kultur yang normal di Jawa dan beberapa tempat lain," kata Ngabalin seperti dikutip detik.com.

Politikus bersurban itu menjelaskan, manusia tidak bisa dilepaskan dari kebudayaannya. Masyarakat juga hidup dengan pemahaman atas ruang hidupnya. Pramono Anung sebagai orang yang melarang Jokowi ke Kediri tentu sangat paham kultur Kediri, karena Pramono memang lahir di kota itu.

"Mas Pram harus diberi apresiasi sebagai pembantu Presiden yang baik. Kalau itu (mitos soal kunjungan presiden ke Kediri) menjadi keyakinan banyak orang, maka itu punya kekuatan," ujar Ngabalin.

Dia menilai Presiden Jokowi membutuhkan orang loyal seperti Pramono.

Meski begitu, Ngabalin memahami keterangan Pramono soal dirinya melarang Jokowi karena mitos itu juga tidak bisa dilepaskan dari konteks acara. Saat itu, Pramono menanggapi pemuka agama di pondok pesantren yang berbicara sebelumnya. Maka ada unsur sopan santun yang terkandung dalam keterangan Pramono.

"Pak Pram menanggapi pidato Pak Kiai. Kalau Pak Kiai tidak berpidato begitu, maka Pak Pram juga tidak menyampaikan seperti itu," kata Ngabalin.

Mitos bahwa kunjungan presiden ke Kediri bisa bikin presiden tersebut lengser menjadi pembicaraan di Twitter. Mitos itu diulas lagi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Sabtu (15/2) kemarin. Pramono mengaku melarang Presiden Jokowi untuk berkunjung ke Kediri, kota di Jawa Timur itu.

"Ngapunten (maaf) kiai, saya termasuk orang yang melarang Pak Presiden untuk berkunjung di Kediri," ucap Pramono disambut gelak tawa para undangan.

Pernyataan Pramono menanggapi sambutan KH Kafabihi Mahrus yang menjelaskan bahwa Kediri daerah wingit atau angker untuk presiden. Namun ada cara bagi presiden yang ingin berkunjung ke Kediri dengan aman. Yaitu dengan berkunjung atau ziarah dan berdoa di Makam Syekh Al Wasil Syamsudin, Mbah Wasil Setono Gedong, Kota Kediri.

Pramono mengunjungi Kediri bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Mereka meresmikan rusunawa di Ponpes Lirboyo Kediri.