Menutup sesi perdagangan akhir pekan ini, Jumat (14/2), sikap pesimis pelaku pasar terlihat masih hinggap  untuk menghambat gerak naik indeks. Gerak naik sejumlah besar indeks di bursa saham utama Asia terlihat cenderung di rentang  terbatas.

Laporan terkini sebelumnya menyebutkan, sentimen suram dari persebaran wabah penyakit mematikan akibat infeksi Coronavirus yang masih menyita perhatian investor. Jumlah korban tewas dan angka kasus infeksi yang semakin membubung dan tidak memperlihatkan tanda-tandanya untuk mereda membuat pelaku pasar jatuh dalam pesimisme.

Tekanan jual akhirnya masih tersedia, meski dalam taraf yang belum serius. Hingga sesi perdagangan ditutup,  Indeks Nikkei (Jepang) melemah 0,59% untuk berakhir di 23.687,59, sementara indeks Hang Seng (Hong Kong) menguat  0,31% untuk terhenti di 27.815,6. Gerak positif juga dibukukan indeks ASX 200 (Australia) yang naik 0,38% untuk berakhir di 7.130,2,  dan  indeks KOSPI (Korea Selatan) yang naik 0,48% untuk menetap di 2.243,59.

Namun bekal yang cenderung positif di Asia tersebut  terkesan gagal membangkitkan  indeks harga saham gabungan (IHSG) di bursa efek Indonesia. IHSG menutup sesi perdagangan Jumat keramat kali ini dengan turun tipis 0,08% untuk singgah di 5.866,94, setelah secara konsisten menapak gerak di rentang terbatas di sepanjang sesi perdagangan.

Kesuraman IHSG terlihat seiring dengan laporan dari pasar valuta, di mana nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS kembali merosot meski dalam rentang sangat tipis. Rupiah hingga sore ini  bertengger di kisaran Rp13.683 per Dolar AS.