Minggu (9/2/2020), The Jerusalem Post, portal berita yang berbasis di Israel menayangkan sebuah berita yang sangat mencengangkan. Judulnya: Arab media accuse US, Israel of coronavirus conspiracy against China (Media Arab Tuding AS dan Israel di Balik Konspirasi Virus Corona untuk Melawan China). Berita ini menurunkan sejumlah laporan yang sebelumnya telah ditayangkan portal berita yang berbasis di Arab.

The Jerusalem Post kemudian menyadur laporan Al-Watan, media lokal Arab Saudi yang terang-terangan mengklaim, bukan suatu kebetulan virus corona muncul di AS dan Israel, meski di AS telah ditemukan 12 kasus terkait virus corona.

"Virus 'ajaib' ini ditemukan kemarin di China, besok di Mesir, namun tidak muncul hari ini. Besok atau lusa ditemukan di AS atau Israel, tapi bisa jadi di negara-negara miskin lainnya seperti Burundi atau Kepulauan Comoro," demikian laporan Al-Watan seperti ditayangkan dari The Jerussalem Post.

Bukan itu saja, AS dan Israel juga dituding berada di balik penciptaan wabah lainnya di bumi Arab.

"Beberapa tahun lalu, Mesir mengumumkan bergantung pada unggas dan mengekspornya ke luar negeri. Ini menandai, mereka tak membutuhkan unggas dari AS, Perancis dan negara lainnya. Tiba-tiba di sana muncul virus flu burung untuk menggerogoti kebangkitan (ekonomi Mesir)," lanjut laporan itu.

Pada awal Februari, masih menurut The Jerusalem Post, surat kabar Suriah Al-Thawara sebelumnya mengklaim virus corona adalah bagian dari perang China-AS. "Dari Ebola, Zika, SARS, flu burung,flu babi, antraks, penyakit sapi gila hingga virus corona, semua virus mematikan ini diproduksi oleh AS untuk memusnahkan orang-orang di dunia," bunyi laporan tersebut.

Menurut laporan tersebut, AS telah mengubah perang biologis dengan perang jenis baru untuk mengganti aturan main serta menggeser konflik ke jalur konvesional.

Sementara situs berita Mesir, Vetogate.com, mengungkap alasan Wuhan dipilih sebagai pusat penyebaran virus corona. Kota tersebut kini berada di bawah nama-nama kota besar lainnya seperti Guangzhou, Beijing, Tianjing dan Hong Kong. "Kota ini (Wuhan) layak menjadi tempat AS untuk melancarkan aksinya. Di sini, layanan kesehatan jauh lebih rendah dibandingkan kota-kota lain," tulis laporan tersebut.

Dalam keterangan selanjutnya, situs tersebut juga menyinggung motif ekonomi di balik penyebaran virus corona. Diduga kuat, ada dalang yang meraup keuntungan miliaran dolar dari program perawatan darurat dan obat-obatan yang di China. "Yang mana berarti, diproduksi oleh perusahaan Israel,” demikian dilaporkan.