Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengkritik menyayangkan keberadaan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) hanya membuat gaduh. Hal itu terkait pernyataan Kepala BPIP Yudian Wahyudi yang menyebut agama sebagai musuh terbesar Pancasila. 

Jansen membandingkan dengan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tak memiliki BPIP. Menurutnya, kerukunan di kalangan masyarakat menurun di pemerintahan kali ini.

"Justru di era ini tambah parah saja kita terbelah dalam perbedaan. Istana dan sekitarnya instropeksilah diri, hati-hati bernarasi. Sudah lampu kuning ini sebentar lagi merah," kata Jansen.

Anak buah SBY itu mengaku heran ada kelompok yang menyebut era Presiden Joko Widodo lebih adem. Sebab menurutnya pemerintah lebih sering menghebohkan publik dengan pernyataan-pernyataan kontroversial.

Dia bilang seharusnya pemerintahan periode ini bisa lebih baik. Sebab pemerintah rela menggelontorkan uang secara besar-besaran kepada beberapa lembaga baru.

"Harusnya dengan adanya BPIP yang dewan pengarahnya saja berjibun dan gajinya tambun, kita bisa lebih rukun lagi dibanding era SBY yang tanpa BPIP, KSP, dan lain-lain," ujarnya.

Jansen berharap pernyataan kontroversial Kepala BPIP jadi polemik terakhir. Dia meminta pemerintah untuk fokus membangun kerukunan antarwarga di periode kali ini.