Protes keras yang disuarakan elemen masyarakat Mandailing, Sumatera Utara (Sumut) akhirnya didengarkan Badan Pusat Statistik (BPS). Kepala BPS, Suhariyanto mengungkapkan, pihaknya telah mencantumkan "Mandailing" sebagai nama suku di dalam Sensus Penduduk 2020.

Pencantuman "Mandailing" ini merupakan perubahan dari sebutan "Batak Mandailing" yang terlanjur dicantumkan dalam kolom nama suku di Sensus Penduduk tahun 2010 untuk kawasan Sumatera Utara.

Menurut Suhariyanto, perubahan tersebut juga berdasarkan hasil diskusi BPS dengan pihak LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). "Saya sudah menerima info tersebut dan sudah mendiskusikan dengan LIPI. Daftar suku SP 2020 sudah diperbaiki. Yang muncul adalah Mandailing," kata Suhariyanto kepada wartawan, Kamis (13/2/2020).

Suhariyanto juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemuka pemuka etnis Mandailing atas masukan yang disampaikan kepada BPS.

Sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat Mandailing di Sumut meminta pemerintah melalui BPS untuk merevisi sebutan "Batak Mandailing" yang terlanjur dicantumkan di SP 2020 menjadi "Mandailing" saja.

Permintaan pemuka pemuka etnis Mandailing itu dituangkan dalam Surat Penolakan tanggal 11 Pebruari 2020 ditujukan kepada BPS.

"Kami menegaskan bahwa pelabelan Batak Mandailing yang menimbulkan persepsi bahwa Mandailing merupakan sub-etnis Batak dengan istilah Batak Mandailing adalah sebuah kekeliruan yang fatal dalam memahami sejarah, identitas dan budaya orang Mandailing" bunyi salah satu poin di surat penolakan itu.