Keanehan dalam industri mobil lokal Esemka makin terbuka. Pasalnya, penyelenggara Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) menjelaskan sudah mencoba mengajak merek lokal Esemka ambil bagian di pameran yang bakal digelar pada 9-19 April. Anehnya, sampai sekarang belum ada inisiatif pihak Esemka memberi kepastian.

Hendra Noor Saleh, perwakilan Dyandra Promosindo sebagai penyelenggara IIMS 2020, menjelaskan, Esemka sudah ditawari menjadi peserta. Namun kata Hendra respons Esemka selalu normatif.

Seperti diberitakan CNN Indonesia, tim pemasaran Dyandra sudah berulang kali memberi penawaran kepada Esemka, namun jawaban yang diperoleh tetap sama. Hendra bilang ada dua perwakilan Esemka yang dihubungi pihak Dyandra terkait IIMS 2020.

"Ya begitu mereka kami tawari, menolak tidak dan mengiyakan juga tidak. Setiap di-follow up sama tim pasti jawabannya sedang dipelajari pimpinan," ungkap Hendra yang lebih akrab dipanggil Kohen itu di Jakarta, Kamis (13/2).

Menurutnya, Dyandra terbuka kepada seluruh merek otomotif yang ingin berpartisipasi. Merek otomotif apapun disebut boleh menjadi peserta IIMS 2020 asalkan mengikuti prosedur sesuai ketentuan yang berlaku.

"Karena tidak ada jawaban lagi, tim kami pasti mencari merek lain yang mungkin lebih potensial. Tapi kalau Esemka di akhir-akhir mau ikut, kami terbuka selama masih ada space pameran tersisa," kata Kohen.

Kohen menyadari Esemka lagi jadi perhatian banyak orang, terutama usai Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mereka di Boyolali, Jawa Tengah pada tahun lalu. Pihak Dyandra juga dikatakan dalam beberapa tahun ke belakang pernah mengajak Esemka ikut IIMS namun hasilnya selalu nihil.

"Kebetulan Esemka itu topik, tapi kami tidak melihat itu. Lebih kepada sebuah inisiatif baru anak bangsa, makanya kami menggandeng. Bukan hanya tahun ini, tapi juga tahun-tahun lalu. Tapi saat itu kan mungkin mereka belum siap, terutama pertimbangan produk juga," kata Kohen.

Pihak Esemka yang dihubungi belum bisa merespons soal keikutsertaan di pameran otomotif IIMS 2020.

IIMS 2020 bakal diikuti sejumlah merek otomotif roda empat dan dua, hingga industri pendukung lainnya.

Sejauh ini sudah ada 20 Agen Pemegang Merek (APM) mobil dan motor yang mendaftar menjadi peserta. Satu di antara APM tersebut diketahui merupakan produsen mobil yang baru menginjakkan kaki di Indonesia.