Laksamana Madya TNI Aan Kurnia resmi menjabat sebagai Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla). Ia menggantikan Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman yang telah memasuki masa pensiun. Oleh Presiden Jokowi, Aan yang sebelumnya menjabat Komandan Jenderal Akademi TNI, ini dilantik di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

"Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya akan setia dan taat UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan, dengan selurus-lurusnya, demi dharma bakti saya pada bangsa dan negara," ucap Aan menirukan ucapan sumpah pelantikan dari Jokowi. 

Usai pelantikan, Aan yang alumnus AAL Tahun 1987 ini menyatakan akan menjalankan tugas dan menjunjung tinggi etika jabatan dengan sebaik-baiknya. Sebelumnya, Aan terpilih usai melewati serangkaian pertimbangan yang dilakukan oleh Tim Penilaian Akhir (TPA). Aan juga terpilih karena mengungguli dua calon lain dalam proses pencarian Kepala baru Bakamla.

Setelah menjabat, salah satu tugas yang perlu dituntaskan Aan adalah mengungkap misteri terkait hilangnya kapal kargo MV Nur Allya. Diketahui, kasus ini mendapat perhatian dari Bakamla karena menduga kuat bahwa kapal yang mengangkut ore nikel tersebut tidak pernah tenggelam sebagaimana keyakinan KNKT.

Bakamla bahkan telah mengirimkan surat permohonan kepada Menkopolhukam Mahfud MD agar peristiwa hilangnya Nur Allya tersebut bisa diusut tuntas. “Agar lebih intensif, kita berharap agar negara hadir di kasus ini,” tegas Kepala Unit Penindakan Hukum (UPH) Bakamla RI, Laksma Bakamla, Parimin Warsito dalam wawancara khusus dengan tim Bizlaw.id di kantornya, Jakarta, Kamis (30/1/2020).

Sebelumnya, kapal MV Nur Allya dilaporkan hilang di perairan Halhamera sejak 23 Agustus 2019 lalu. Kapal berangkat dari pelabuhan muat PT Bakti Pertiwi Nusantara (BPN) di Perairan Sagea, Halmahera Tengah, Maluku Utara pada 21 Agustus 2019 dengan tujuan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Jarak total Sagea ke Morosi adalah 688,63 NM (nautical mile). Adapun 1 NM sama dengan 1.852 meter.

Dengan kecepatan rata-rata 10 Knots, waktu tempuh Sagea ke Morosi adalah kurang lebih 3 hari, atau diperkirakan tiba di Morosi pada Jumat, 23 Agustus 2019 pada pukul 11.15 WIT. Namun kapal dengan panjang 190 meter dan lebar 32 meter ini tidak pernah tiba di Morosi.