DPD PDIP Jawa Tengah siap melawan kotak kosong pada Pilkada 2020 di 21 kabupaten/Kota. Partai berlambang banteng moncong putih ini

PDIP menargetkan kemenangan total di 14 kabupaten/kota pada Pilkada Jawa Tengah. Kemenangan makin terbuka karena partai besutan Megawati Soekarnoputri itu tidak memiliki lawan.

Kemungkinan tidak adanya lawan terlihat karena partai-partai besar sepakat berkoalisi dengan PDIP yang notabene memiliki suara besar di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah. Karena itu, muncul kotak kosong sangat besar.

"Hadapi kotak kosong tidak masalah. Kita siap semuanya. Lawan kotak kosong malah tidak begitu berat," kata Sekretaris DPD PDIP Jateng, Bambang Kusriyanto, Rabu (12/2).

Menurutnya, kemenangan di 14 kabupaten/kota harus mampu diraih agar partainya dapat mencapai target kemenangan 60 persen saat pelaksanaan Pilkada serentak 2020.

Saat ini kemenangan PDIP masih mengandalkan kekuatan para petahana yang kembali maju di Pilkada. Seperti di Kota Semarang banyak partai yang mengusung Hendrar Prihadi sebagai calon Walikota di Pilwalkot. Begitu juga di Wonogiri. Joko Sutopo diklaim sebagai calon terkuat yang diusung PDIP. PDIP menargetkan unggul 60 persen di Wonogiri.

Sedangkan untuk Pilkada Solo, dia belum banyak berkomentar. Sebab, DPP PDIP belum memutuskan calon yang bakal diusung. Kendati demikian, sejumlah partai besar sudah melirik putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka untuk diusung sebagai calon kepala daerah.

"Semarang kita targetkan incumbent menang saja. Kita belum ada bocorannya. Tapi kita belum tahu strateginya kayak apa. Cuma buat Semarang kelihatannya sudah clear, partai-partai mendukungnya ke incumbent," jelas Bambang.

"Sedangkan untuk kota Solo, Gibran dan Pak Purnomo kami tidak bisa komentar. Soalnya mekanisme sudah ada di DPP," tutupnya.