Kemungkinan reshuffle kabinet pada 100 hari pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Ma’ruf Amin sangat mungkin terjadi. Terbuka kemungkinan Partai Bulan Bintang (PBB) mendapat jatah di kabinet.

Perombakan kabinet bisa dilakukan Jokowi karena melihat kinerja para menteri yang kurang maksimal. Hal itu karena berkaca dari reshuffle di pemerintahan jilid pertama.

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin menduga perombakan kabinet akan menyasar ke menteri dari kalangan profesional.

‎”Yang akan direshuffle adalah yang dari profesional. Biasanya di awal yang direshuffle. Itu orang yang tidak mempunyai back up politik, back up partai,” ujar Ujang, Selasa (11/2).

Ujang seperti dikutip jawapos.com, menambahkan jika ada reshuffle tersebut tidak menutup kemungkinan akan diisi oleh tim sukses ataupun partai yang belum mendapatkan jatah di pemerintahan. Misalnya seperti Partai Bulan Bintang (PBB). ‎

”Jadi ada tim sukses yang belum masuk. Lalu ada parpol pendukung yang belum masuk yang masih kecewa ya itu juga mesti dimasukan. Ini yang menjadi catatan bagaimanapun menteri itu kan jabatan politik,” katanya.

Sebelumnya, Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra di depan Jokowi menyindir bahwa partainya belum ada yang duduk di pemerintahan. Meski begitu, Yusril menyatakan tetap setia mendukung pemerintahan Jokowi-Maruf.

Kembali pada keterangan Ujang, Jokowi sangat tegas dalam urusan melakukan reshuffle. Apabila ada menteri yang kerjanya tidak sesuai keinginannya. Maka kemungkinan akan ‘terdepak’ dari kabinet.

”Jadi Jokowi kapanpun setiap saat ada menteri kinerjanya tidak bagus, asal-asalan yang bekerja tidak sesuai target ya memang layak direshuffle,” ungkapnya.

‎Diketahui, pemerintahan Jokowi dan Ma’ruf Amin sudah memasuki 100 hari kerja sejak dilantik 20 Oktober 2019 lalu. Lalu, bagaimanakah kinerja para menteri yang bertanggungjawab atas pertumbuhan ekonomi Indonesia?

Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Donny Gahral Adian mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan Presiden Jokowi akan merombak kabinet pemerintahannya. Menurut Donny, bila ada menteri yang tidak bekerja dengan baik, maka menteri tersebut akan didepak dari pemerintahan saat ini.