Ada fakta mengejutkan yang berhasil ditelusuri Polda Maluku terkait kasus pembobolan dana nasabah BNI Ambon yang pelakunya justru oknum pegawai BNI Ambon. Polisi memastikan jumlah kerugian lebih besar dari Rp 58,9 miliar yang sebelumnya dilaporkan pihak bank ke pihak kepolisian.

Dari sejumlah fakta terbaru, jumlah kerugian ternyata membengkak lebih besar setelah penyidik menemukan ada aliran dana sebesar Rp 76,4 miliar melalui sejumlah rekening salah satu tersangka atas nama Tata Ibrahim yang diketahui sebagai pegawai BNI di Makassar, Sulawesi Selatan.

“Jadi, yang Rp 76,4 miliar itu di luar jumlah kerugian yang dilaporkan itu, jadi tinggal ditambahkan saja,” beber Kabid Humas Polda Maluku Kombes Muhamad Roem Ohoirat, Sabtu (8/2/2020) seperti dilansir kompas.com. Dengan kata lain, kerugian yang timbul bisa mencapai Rp 135,3 miliar.

Dijelaskan Roem, tersangka Tata Ibrahim ikut bekerjasama dengan tersangka utama Faradiba Yusuf. Uang milik nasabah yang diambil Faradiba kemudian ditransfer ke sejumlah rekening milik Tata. “Jadi, tersangka Tata ini punya sejumlah rekening penampung, jadi kerugiannya itu seperti jumlah itu,” kata dia.

Dalam proses penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut, Ditkrimsus Polda Maluku juga ikut menggandeng PPATK untuk melacak aliran dana nasabah yang dibobol para tersangka.

Diketahui, pembobolan dana nasabah BNI Cabang Ambon ini dilaporkan ke SPKT Polda Maluku pada 8 Oktober 2019 lalu. Laporan itu dibuat setelah hasil investigasi internal ditemukan adanya sejumlah transaksi dan investasi tidak wajar yang dilakukan Wakil Kepala BNI Cabang Ambon, Faradiba Yusuf. Setelah dilaporkan, Faradiba kemudian ditangkap polisi di sebuah rumah di Citra Land di kawasan Lateri Ambon.

Saat itu, Faradiba ditangkap bersama Soraya yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan seorang pria bernama DN. Dalam kasus tersebut, polisi ikut menyita uang tunai miliaran rupiah dan berbagai aset lainnya. Antara lain delapan mobil mewah, sejumlah rumah, apartemen, tempat usaha, hingga cincin permata milik tersangka utama Faradiba Yusuf.