Akhir-akhir ini banyak menteri dan elite Kabinet Indonesia Maju merasa kaget atas apa yang terjadi di lingkungan kementeriannya sendiri. Salah satu contoh, Menteri Keuangan Sri Mulyani kaget dengan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) masih dikorupsi.

Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Erick Tohir kaget dengan anak cucu perusahaan. Lalu Pembina BPIP Megawati Soekarnoputri kaget banyak menteri di acara BMKG, hingga yangv paling gress, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljo yang kaget dengan kenaikan tarif tol dalam kota yang dia anggap mendadak. 

Menyikapi banyak menteri yang terserang 'virus kagetan' tersebut, Politisi Partai Demokrat Roy Suryo mengaku heran dengan kekagetan para menteri hingga tokoh yang seolah-olah serempak. Karena itu dia berharap kekagetan itu bukanlah gimmick atau dibuat-buat.

"Kok sekarang banyak yang kaget ya...? Jadi ingat pepatah Jawa: "ojo kagetan, ojo gumunan..." (Jangan sering-sering kaget dan jangan sering-sering terkagum-kagum) karena memang di negara +62 ini segalanya bisa mungkin, asal saja "kekagetannya" ini bukan bagian dari gimmick atau sandiwara-sandiwara," kata Roy dalam cuitan akun twitternya, Sabtu (01/02/2020). 

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini pun menyindir Menkumham Yasonna H. Laoly untuk mundur dari jabatannya lantaran diduga telah membohongi publik terutama soal keimigrasian pada kasus Caleg PDI Perjuangan Harun Masiku. 

Sebaliknya, bukan Yasonna yang mundur, Politisi PDIP itu malah terkesan menyalahkan anak buahnya Dirjen Imigrasi Ronny F. Sompie yang langsung dicopot dari jabatannya. Roy mengatakan, jika Yasonna mengundurkan diri dari jabatannya, sedikit banyaknya akan membuat netizen (warganet) kaget. Sebab, kekagetan itu agar tidak hanya dialami para menteri saja.

"Kalau memang Menkumham benar-benar (berani) mundur, gantian netizen yang kaget. Tetapi langkah tersebut jika dilakukan (sekali lagi "kalau benar-benar berani"), akan mendapat apresiasi dari masyarakat luas sebagai sikap yang gentle dan bertanggung jawab, tidak hanya bisanya menyalahkan anak buah," demikian Roy Suryo.

Terkait 'virus kagetan' ini Pengamat Politik dari Universitas Paramadina Hendri melalui akun @satriohendri juga berkomentar, "Kaget bisa jadi tendeing topic di negeri ini! Komunikasi dan koordinasi masih jadi barang langka di Pemerintah sekarang," tulis Hendri Satrio disertai #Hensat.

Di cuitannya tersebut, Hendri Satrio menyertakan screen shoot pemberitaan sebuah media dengan judul besar, 'Menteri Basuki Kaget Tarif Tol Dalam Kota Naik Mendadak.'

Komentar yang hampir senada datang dari Politisi Partai Demokrat Jansen Sitindaon @jansen_jsp dengan cuitannya, "Kok semua jadi kagetan gini ya? Kemarin di berita Menteri ESDM juga kaget soal rencana kenaikan harga "elpiji melon". Bu Sri Mulyani malah sempat sakit perut  krn janji2 manis di kampanye. Namun ujungnya tetap rakyat yang paling sakit ata semua kenaikan ini!

Sama halnya dengan Hendri Satrio, Jansen Sitindaon pun menyertakan screen shoot pemberitaan sebuah media dengan judul senada. Namun demikian di kolom komentar, Jansen Sitindaon juga menulis dengan huruf kapital, "KALIAN KAGET RAKYAT KEJANG2. Yang ngelola negara ini sebenarnya siapa kok jadi pada kagetan semua? Lama2 'kaget; ini jadi sekedar 'magic world' untuk ngeles aja. Karena faktanya tetap naik," tulisnya.