Hujan deras yang mengguyur Kota Surabaya, Jawa Timur sejak Rabu (15/1) siang hingga sore hari, mengakibatkan sejumlah jalan protokol terendam banjir dan genangan air.

Sejumlah jalan yang terendam banjir adalah Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Adityawarman, Jalan Hayamwuruk, dan Jalan Indragiri.

Seperti diberitakan CNNIndonesia.com di salah satu lokasi Jalan Mayjen Sungkono, nampak ketinggian air mencapai 1 meter.

Sejumlah mobil yang terparkir terlihat terendam. Sejumlah pengendara sepeda motor terlihat mendorong sepeda motornya yang mogok karena menerobos banjir.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini alias Risma ramai dibicarakan untuk diplot dalam Pilgub DKI 2020. Risma dibicarakan warganet setelah banjir meredam Jakarta 1 Januari lalu. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dinilai gagal dalam menangani banjir.

Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (12/1), Risma tak bisa memastikan dirinya maju dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang akan digelar 2024 mendatang. Namun, Risma masih menunggu rekomendasi dari PDIP terkait pencalonan tersebut.

"Saya tidak berani mengatakan bahwa saya mampu (maju Pilgub), saya jadi Wali Kota dua kali itu Ibu Mega ngasih rekomendasi kepada saya. Saya juga gak pernah minta sama ibunya," ucap Risma.
 
Risma juga mengaku dirinya tak bisa menolak untuk maju dalam Pilgub DKI 2024 jika ke depannya banyak warga Ibu Kota yang mendukungnya.

"Iya saya sudah tidak bisa nolak. Waktu saya jadi Wali Kota pertama, kedua, saya minta Tuhan untuk tidak dijadikan. Tapi tetep jadi. Itu kan artinya saya tidak bisa menghindari takdir, ujarnnya.

Selain masalah banjir, Risma belakangan ini cukup popular di Jakarta. Dia ramai diberitakan media sejak mengungkapkan kritiknya terhadap sampah di Ibu Kota.

Risma menilai sampah di Jakarta per hari mencapai 7.500 ton, sedangkan TPA tidak cukup menampung sampah sebanyak itu. Hal tersebut diucapkan pada 29 Juli 2019 setelah mendengar pemaparan dari Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi DKI Jakarta. Waktu itu, DPRD DKI tengah melaksanakan studi banding pengelolaan sampah di Surabaya.

"Aku ngomong begini karena medeni (menakutkan). Gimana ndak takut, orang katanya (TPA) Bantar Gebang itu 2021 tutup [overload]. Sementara (pembangunan TPA) baru selesai 2022," kata Risma, Selasa (30/7).

Ia mempertanyakan sisa sampah akan dibuang ke mana. Sebab, kalau sampah sehari saja tidak terurus, bisa berantakan. "Karena enggak akan keangkut padahal daya tampung TPA yang dibangun 2022 hanya menampung sampah sebanyak 2.200 ton," jelas Risma.