Stok E-KTP yang ada saat ini diperkirakan akan ludes pada Juni 2020 nanti. Hingga akhir tahun lalu, ketersediaan blanko E-KTP hanya sekitar 16 juta keping sampai akhir tahun lalu. Padahal, kebutuhan tahun ini diperkirakan meningkat dari semula 24 juta menjadi 30 juta keping. Dengan kata lain, masih ada kekurangan 14 juta keping.

Dari jumlah tersebut, diperkirakan blanko E-KTP hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai Mei-Juni 2020. Sementara, kebutuhan sampai akhir tahun belum tersedia. "Jangan sampai nanti menimbulkan kelangkaan untuk pembuatan blanko e-KTP di daerah-daerah karena tahun lalu juga kurang sebenarnya, tapi sudah dipenuhi,” ujar Mendagri Tito Karnavian.

Hal itu dikatakan Tito usai menggelar pertemuan tertutup dengan bendahara negara dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo di Kementerian Keuangan pada Senin (13/1/2020).

Di sisi lain, Tito mengatakan kebutuhan blanko e-KTP akan bertambah tahun ini karena pemerintah harus mengantisipasi dampak pascabencana. "Ini penting, seperti banjir kemarin, ada yang kehilangan KTP, KK, dan lainnya," tuturnya.

Untuk itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani menambah anggaran pengadaan blanko e-KTP pada tahun ini. Namun Tito enggan menyebut berapa besar anggaran yang perlu ditambahkan oleh Kementerian Keuangan ke Kemendagri. Tetapi, ia mengisyaratkan kebutuhan anggaran cukup besar.