Dugaan suap terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan belum lagi usai. Hingga saat ini, keberadaan caleg PDI Perjuangan Harun Masiku yang disebut-sebut sebagai 'aktor utama' kasus suap yang menghebohkan tersebut masih belum diketahui.

Padahal Harun Masiku sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama dengan Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina, dan Saeful Bahri.

Kasus ini pun berkaitan dengan upaya Harun Masiku, yang merupakan caleg DPR dari daerah pemilihan Sumatera Selatan I menggeser Riezky Aprilia lewat Pergantian Antar Waktu (PAW).

Politisi Partai Demokrat Andi Arief berkomentar, bukan Imigrasi atau interpol yang tahu keberadaan Harun Masiku melainkan Sekjen DPP PDI Perjuangan,  Hasto Kristiyanto.

“Di mana Harun Masiku? Cuma Hasto yang bisa menemukan keberadaannya,” ujarnya dalam akun Twitter pribadi sesaat lalu, Selasa (14/01/2020).

Hasto memang disebut-sebut terlibat dalam kasus ini. Saeful Bahri yang diduga menyuap Wahyu dikabarkan adalah kader PDIP yang juga orang kepercayaan Hasto.

Sebaliknya, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, Harun Masiku, politisi Demokrat yang nyeberang ke PDIP itu sudah pergi ke luar negeri sejak 6 Januari, atau tepat dua hari sebelum Wahyu kena OTT KPK.

"Info yang kami terima, sejak sebelum adanya tangkap tangan, yang bersangkutan memang sedang di luar negeri," kata Ghufron kepada wartawan, Senin (13/01/2020).

Senada itu, data imigrasi memang mencatat, Harun Masiku telah pergi keluar negeri sejak 6 Januari 2020 lalu.