Sertelah sempat melakukan gerak akribatik yang sangat ekstrim pada sesi perdagangan pekan lalu dengan menembus leel psikologis pentingnya di kisaran $1.600 per Ounce, gerak harga emas terlihat mulai surut dalam meniti tren pengiatan jangka menengahnya yang masih sangat solid.

Untuk dicatat, sokongan sentimen tewasnya Jendral berpengaruih asal Iran yang sempat membuat harga komoditas logam bersinar kuning itu melonjak liar pada sesi pekan lalu hinga mencetak titik termahalnya di kisaran $1.610 per Ounce, namun segera setelahnya gerak harga berangsur turun dan berlanjut hingga sesi perdagangan awal pekan ini, Senin (13/1) yang baru berakhir beberapa jam lalu.

Harga Emas terlihat berakhir di kisaran $.1550,6 per Ounce, dan gerak turun kembali terjadi meski dalam rentang terbatas di sesi perdagangan pagi di Asia, Selasa (14/1) dengan bertengger di kisaran $1.543,5 per Ounce.

Laporan menunjukkan, sentimen dari semakin dekatnya AS-China untuk menyegel kesepakatan dagang tahap pertama yang telah berhasil mengurung harga Emas untuk terperosok di zona merah.  Namun  tinjauan teknikal terkini menunjukkan, tren penguatan yang masih solid sebagaimana terlihat pada grafik terkini berikut:

Dengan jelas grafik di atas memperlihatkan, sentimen kesepakatan dagang AS-China yang telah berhasil menbuat gerak harga Emas menghentikan gerak naik tajamnya dalam tiga hari sesi perdagangan terakhir.  Sentimen kesepakatan dagang Trimp-China ini sekaligus mampu menjinakkan liarnya sentimen tewasnya Jendral Iran yang berpengaruh pekan lalu.

Namun demikian, grafik di atas juga memperlihatkan tren penguatan yang masih solid, hanya saja gerak naik tajam lebih jauh terlihat mulai kesulitan untuk terjadi di masa mendatang.