Menutup sesi perdagangan awal pekan ketiga tahun 2020 ini, Senin (13/1), indeks Wall Street terpantau kembali mampu menjejak zona positif. Gerak naik yang berlanjut pada sejumlah saham tekonologi terkemuka kembali menjadi latar kenaikan indeks.

Pelaku pasar disebutkan semakin mengandalkan sentimen kesepakatan dagang tahap pertama AS-China yang diagendakan untuk disegel pada Rabu (15/1) besok.  La[poran terkini menyangkut  kesepakatan dagang terserbut menyatakan bahwa AS  segera menghapus China dari daftar negara yang memanipulasi nilai tukar mata uang.

Langkah positif Washington ini sekaligus mengukuhkan keyakinan investor bahwa penyegelan kesepakatan dagang tahap pertama sekedar menunggu waktu.  Aksi akumulasi akhirnya berlanjut, terutama pada sejumlah besar saham teknoklogi  yang selama ini dinilai sensitif dengan pasar China.

Saham-saham seperti Apple, Microsoft, serta Tesla membukukan lonjakan tajam di samping jusa saham sektor industgri seperti General Electric. Rentetan kenaikan saham-saham tersebut akhirnya menghantarkan indeks Wall Street kembali melonjak dalam sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu itu.

Indeks DJIA menguat 0,29% untuk berakhir di 28.907,05, sedangkan indeks S&P 500 naik 0,7% untuk terhenti di 3.288,13, serta indeks Nasdaq yang melompat 1,04% untuk menyisir posisi 9.273,93.

Dengan bekal kembali positifnya indeks di Wall Street terserbut, sesi perdagangan saham hari kedua pekan ini di Asia, Selasa (14/1) diyakini akan turut terangkat.