Mengawali sesi perdagangan saham  hari kedua pekan ini, Selasa (14/1) gerak indeks di bursa saham utama Asia cenderung mampu untuk melanjutkan gerak positifnya. Sentimen dari semakin deekatnya kesepakatan dagang AS-China untuk segera disegel yang sebelumnya telah berhasil menghijaukan Wall Street masih menjadi andalan.

Laporan terkini dari hubungan AS-China menyebutkan, pihak Washington yang menghapus China dari daftar negara yang melakukan manipulasi pelemahan mata uangnya. Langlah  bersahabat pemerintahan Truimp terhadap China ini semaki  meyakinkan investor bahwa  penyegelan kesepakatan dagang tahap pertama AS-China sekedar menunggu waktu.

Investor di pasar Asia terlihat masih mencoba untuk melanjutkan sentimen optimis dari Wall Street tersebut. Aksi akumulasi akhirnya masih berlanjut, namn cenderung dalam rentang yang lebih terbatas.

Hingga  ulasan ini disunting, indeks Nikkei (Jepang) terpantau melonjak tajam 0,72% untuk menjangkau posisi 24.022,45 setelah libur di sesi awal pekan kemarin. Sementara indeks ASX 200 (Australia) melonjak 0,67% untuk berada di 6.950,2, dan indeks KOSPI (Kore Selatan) yang naik 0,78% untuk menjejak posisi 2.246,68.

Dengan kepungan sentimen positif yang masih bertahan di sesi perdagangan Asia tersebut, sesi perdagangan saham di bursa efek Indonesia yang akan dibuka perdagangannya beberapa menit ke depan diyakini akan mendapatkan bekal berharga.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan akan mendapatkan sokongan positif untuk setidaknya bertahan di zona hijau.