Pembangunan Ibu Kota baru Indonesia di Kalimantan Timur segera dimulai. Presiden Jokowi mengajak investor dari Timur Tengah untuk ikut serta dalam pembangunan yang membutuhkan investasi hingga ribuan triliun rupiah tersebut. Ajakan tersebut akan langsung disampaikan Jokowi dalam kunjungannya ke Uni Emirat Arab (UEA), Minggu, (12/1/2020).

Adapun kunjungan Jokowi ini merupakan balasan dari kunjungan resmi Putra Mahkota UEA Syekh Mohammed bin Zayed al Nahyan ke Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Agustus 2019 silam.

Di Abu Dhabi, Jokowi akan menawarkan rencana pemerintah Indonesia untuk memindahkan Ibu Kota kepada investor Timur Tengah. Tawaran ini akan dilakukan Jokowi saat menjadi pembicara kunci pada pagelaran Sustainable Week.

"Presiden juga akan menyampaikan tentang rencana Ibu Kota baru. Jadi dengan Ibu Kota baru itu, Pak Presiden ingin mengajak dunia internasional menjadikan Ibu Kota baru Indonesia menjadi satu show case, menjadi contoh dunia," kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Halim Perdana Kusuma, Minggu (12/1/2020).

Ketika meninjau lokasi Ibu Kota baru di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara Desember 2019 lalu, Jokowi memang akan menjadikan pembangunan proyek Ibu Kota baru sebagai percontohan.

Nantinya Ibu Kota baru akan dibangun dengan konsep smart city, green city, hingga nol emisi. "Pak Presiden ingin menawarkan bahwa Ibu Kota baru adalah salah satu yang ingin disampaikan tentang visi ke depan. Ya mengajak bermitra karena kan banyak sekali energi ya. Karena ini kan kita harus menjadi satu motor bagi tempat tinggal. New engine development," kata Pratikno.