Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan segera memanggil pihak penyelenggara Djakarta Warehouse Projects (DWP) 2019. Hal itu untuk mengonfirmasi temuan tim lapangan.

"Tim kita berada di lapangan memantau dan terkumpul data data mereka akan dilakukan pemanggilan untuk ditunjukkan ini komitmennya dibandingkan dengan kenyataannya nanti kita lakukan penilaian," kata Anies saat ditemui di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (20/12).

Anies menolak menjelaskan saat dikonfirmasi bentuk temuan di lapangan tersebut. Mantan Mendikbud itu hanya menjelaskan temuan di lapangan bakal dibandingkan dengan komitmen yang sebelumnya telah disepakati bersama antara panitia dan Pemprov DKI.

"Jadi penyelenggara memiliki komitmen sebelum penyelenggaraan mereka menandatangani komitmen. (Temuannya) Nanti kalau sudah selesai diumumkan," ujar mantan Mendikbud tersebut.

Sebelumnya, Front Pembela Islam (FPI) mengklaim telah menemukan minuman keras dan kondom di gelaran Djakarta Warehouse Project (DWP) yang digelar pada 13-15 Desember lalu di JiExpo Kemayoran, Jakarta. Temuan itu juga disebut sudah disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta.

"FPI bersama para alim ulama sudah bertemu Gubernur DKI Selasa kemarin, dan sudah menyampaikan bukti bukti berbagai barang haram yang dijual di dalam area DWP," kata Sekretaris Umum FPI Munarman dalam keterangannya kepada CNNIndonesia, Kamis (19/12).

Meski begitu, Munarman enggan merinci bagaimana menemukan barang-barang tersebut. Dia lebih memilih untuk merahasiakannya.

"Ada [caranya], masak semua kita umumkan strategi dan taktik kita," kata Munarman.

Penyelenggaraan DWP sendiri menuai protes sejumlah elemen masyarakat karena dinilai tidak sesuai norma dan budaya di Jakarta. Namun, Pemprov DKI Jakarta tetap mengizinkan DWP berjalan.

Salah satu pihak yang memprotes adalah FPI. Bagi FPI, acara tersebut hanya pesta pora. Tidak bermanfaat sehingga tidak perlu diberi izin oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

FPI juga menganggap DWP bisa merusak generasi muda. Alasannya, FPI menyebut begitu banyak minuman dan makanan haram yang beredar di DWP.