Dinilai ugal-ugalan dalam melakukan impor beras, Iwan Sumule melalui gerakan #TangkapEnggar mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyerer mantan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita ke meja hijau.

Diketahui, ada 20 ribu ton beras di gudang Bulog yang akan dimusnahkan. Beras senilai Rp 160 miliar itu akan dimusnahkan karena membusuk. Disebut-sebut beras membusuk karena Enggartiasto Lukita saat menjabat Mendag melakukan kebijakan impor secara ugal-ugalan. 

Analis Politik dari Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah berpendapat, ada orang kuat yang berada di belakang Enggar sehingga sampai saat ini KPK belum juga menyentuh politisi Partai NasDem itu.

“Bukan KPK yang tidak menyentuh Enggar, tetapi dalam kasus ini KPK pun berada dalam posisi sulit,” kata Dedi Kurnia Syah seperti dilansir RMOL, Minggu (15/12/2019).

Menurutnya, KPK memerlukan waktu lebih banyak untuk mengangkat kasus Enggar ke meja hijau. Kata Dedi, gagalnya serangkaian kebijakan impor selama menjabat Mendag, harusnya jadi alasan kuat KPK dalam menjerat Enggartiasto Lukita

“Andai kata Enggar berdalih tidak merugikan  negara secara langsung. Tetapi kebijakan impornya jelas gagal, dan itu cukup alasan membuat KPK bergerak,” katanya.

Ketika ditanya mengenai adanya campur tangan petinggi NasDem dalam seluruh kebijakan Enggar. Dedi menangkap tidak menutup kemungkinan orang besar di belakang Enggar dari partainya sendiri.

“Anggapan itu tidak sepenuhnya salah terlebih memang Enggar bagian dari Partai NasDem,” tutupnya.