Kontingen Special Olympics Indonesia (Soina) asal Jateng menjadi juara pertama dalam Turnamen Sepak Bola Olimpiade Khusus ke-8 Asia Tenggara setelah menggunduli tuan rumah Singapura 5-0, dalam final yang berlangsung Minggu . 

Atlet yang bertanding di antaranya, Edy Prakoso (Sragen), Yoan Mahendra (Semarang), Dwi Setyawan (Sragen), Muhammad Khibatullah (Pekalongan), Luqman Fauzi (Temanggung). Mereka juga ditemani pelatih Agus Aryadi dan asisten pelatih Zauzan Kharisma Aquista dan tiga partner Kartika Vedhayanto (Salatiga), Aditya Jorry (Rembang) dan Khakam Mizan (Batang).

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah Sinung N Rachmadi mengatakan, ajang 8th Special Olympics Southeast Asia Unified Football Tournament di Yio Chu Kang Stadium, Singapura itu juga diikuti Thailand, Malaysia, Filipina, Vietnam, Hongkong, dan Singapura sendiri.

“Capaian ini sesuai dengan harapan Bapak Gubernur dan Bapak Wagub Jateng ketika melepas mereka saat berpamitan. Jateng mewakili Indonesia dan harus juara, dan Alhamdulillah tercapai,” kata Sinung, Senin .

Sinung mendengar kabar capaian prestasi itu dari Tim Pendamping Disporapar Jateng untuk Soina Jateng yang ikut ke Singapura, dipimpin Kabid Keolahragaan Agung Haryadi.

“Hal ini tentu saja menjadi kado terindah bagi Soina Indonesia dan Jateng karena ketika Pemilihan Pengurus Soina 2019 – 2024 dalam Munas di Semarang beberapa waktu lalu, Ketua Soina Indonesia yang terpilih, Bapak Warsito dari Jawa Tengah. Kita semua berharap anak-anak Soina sepakbola tetap rendah hati atas capaian prestasi ini dan terus berlatih, serta mampu memotivasi Soina Cabor lainnya dalam kancah International,” paparnya.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin yang mendengar kabar itu, menyampaikan ucapan Alhamdulillah, karena Soina dari Jateng juara satu. 

Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendorong dan mendukung serta memahami, jika mereka yang memiliki keterbatasan fisik, ternyata memiliki kemampuan yang luar biasa.

Taj Yasin pun merasa bangga atas prestasi yang ditorehkan oleh atlet-atlet Soina Jawa Tengah. Tak hanya sekali mereka menjadi jawara pada kejuaraan tingkat dunia. Sebelumnya mereka sukses berlaga pada Olimpiade Musim Panas di Abu Dhabi.

“Tim pesebakbola tunagrahita ini sudah beberapa kali menorehkan prestasi, bahkan ada yang lima kali memeroleh medali. Ini menunjukkan bahwa di balik kekurangan pasti ada potensi yang bisa kita arahkan, kita kembangkan,” ujarnya.