Kapolri Jenderal Idham Azis sudah menyampaikan laporan penanganan kasus penyiraman air keras ke Novel Baswedan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sampai detik ini, kasus tersebut belum terungkap.

Pertemuan Idham dan Jokowi hanya berlangsung sekitar 20 menit, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (9/12) sore. Usai pertemuan Idham langsung meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Idham meminta Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Muhammad Iqbal menjelaskan kepada wartawan hasil pertemuan dengan Jokowi.

"Kapolri sudah meninggalkan Kompleks Istana, untuk melaksanakan tugas-tugas yang lain," kata Iqbal kepada wartawan di Istana.

Menurut Iqbal, dalam pertemuan tadi, Jokowi secara umum menanyakan perkembangan kasus salah satu penyidik senior KPK itu. Idham melaporkan bahwa penyerang Novel belum terungkap sampai saat ini.

Idham sendiri juga sudah menunjuk Kepala Bareskrim Polri baru, yakni Inspektur Jenderal Listyo Sigit Prabowo. "(Sampai) detik ini, dan sebelumnya (belum terungkap), dan insya Allah nanti ke depan, tim teknis akan terus bekerja maksimal untuk mengungkap kasus ini," ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi memberi tenggat waktu kepada Idham untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan sampai awal Desember 2019.

"Saya sudah sampaikan ke Kapolri yang baru, saya beri waktu sampai awal Desember (2019). Saya sampaikan awal Desember," kata Jokowi ketika berdialog dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (1/11) lalu.

Namun, setelah tenggat waktu yang diberikan itu Polri juga belum berhasil mengungkap pelaku penyiraman air keras ke Novel. Kasus ini sudah berjalan lebih dari dua tahun sejak kejadian, 11 April 2017.