Penyelenggara Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas 2019 optimis transaksi bakal menembus Rp8 triliun. Target itu meningkat 17,64 persen dibanding transaksi Harbolnas 2018 yang mencapai Rp 6,8 triliun.

"Targetnya Rp 8 triliun. Harusnya tercapai. Rp 8 triliun optimis pasti lewat," kata Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA), Ignatius Untung, di Jakarta, Senin, 9 Desember 2019.

Untung merasa, target dapat tercapai karena Harbolnas 2019 menggandeng mitra-mitra baru yang membuat transaksi semakin luas.

Penyelenggara pun menggandeng Tani Hub, Brambang.com, dan Sayur Box untuk membuat pembeli memanfaatkan Harbolnas 2019 untuk belanja komoditi lokal.

"Enggak cuma fashion dan aksesories, sekarang komoditas lokal hasil bumi juga ikut bergabung. Ada Bank Mandiri yang promo penggunaan kartu debit dan kredit, dan ada LinkAja," ungkap dia.

Tak hanya itu, pencapaian pada Harbolnas 2019 tak hanya dihitung dari transaksi menggunakan e-commerce.

Penjual offline yang memanfaatkan pembayaran digital masih masuk hitungan pencapaian. "Kita extend belanja online. Selama metode pembayarannya online itu boleh masuk hitungan. Jadi enggak harus sesuatu yang transaksinya online semua," tutur Untung.

Untung menyebut, Harbolnas 2019 dapat berkontribusi meningkatkan pembelian produk lokal. Sayangnya, IdEA tidak mau menargetkan angka yang pasti mengingat Indonesia belum memiliki data terpisah antara barang lokal dan asing dalam belanja online.

Tapi yang jelas berdasarkan data AC Nielsen, setidaknya 46 persen produk lokal yang terjual pada Harbolnas 2018. Kenaikan jumlah transaksinya b 6 kali lipat dibanding hari biasa.

"Artinya kita kembangkan ke sana. Setidaknya pengembangan itu untuk masyarakat diaspora dahulu, dibeli warga Indonesia yang tinggal di luar negeri. Nanti mulai melebar ke orang asing yang tinggal di negara masing-masing," ujarnya.