Seluruh indeks Wall Street kembali terpangkas signifikan di sesi perdagangan Selasa (3/12) yang berakhir beberapa jam lalu itu.

Perundingan dagang AS-China kini terlihat mulai di ambang kegagalan untuk menyegel kesepakatan dagang parsial sebagaimana diharapkan investor sebelumnya. Hal ini terlihat dari pernyataan terkini Presiden AS Donald Trump  yang kemudian menjadi perhatian besar pelaku pasar di butsa Wall Street.

Laporan menyebutkan, Presiden Trump yang penuh dengan kejutan itu yang menyatakan bahwa kesepakatan dagang dengan China yang mungkin tidak akan tercapai di tahun ini dan bahkan mungkin hingga usai pemilihan umum tahun depan.  Pernyataan bernada jujur dan terus terang Trump ini sekaligus membuktikan kecurigaan pelaku pasar sebelumnya menyangkut masih sangat alotnya perundingan dagang AS-China.

Praktis pernyataan  Trump tersebut langsung mendapatkan respon dari investor di Wall Street untuk melanjutkan tekanan jual hingga meruntuhkan indeks dalam taraf tajam.  Saham-saham teknologi yang selama ini dinilai sensitif dengan pasar China langsung ambruk tak tertahankan untuk kemudian menyeret indeks Wall Street di zona merah.

Saham-saham Facebook, Boeing, Amazon, Micron Technology, serta Apple  terpangkas dalam rentang tajam hingga sesi perdagangan berakhir.

Sikap pelaku pasar secara umum kini mulai berbalik dalam menilai sentimen perundingan dagang AS-China. Seluruh indeks kompak menjejeak zona merah dalam menutup sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu itu.

Indeks DJIA  merosot 1,01% untuk menyisir posisi 27.502,81, sementara indeks S&P 500 terpangkas 0,66% untuk berakhir di 3.093,2, serta indeks Nasdaq yang terkoreksi 0,55% untuk menutup sesi di 8.520,64.

Dengan bekal sentimen muram ini, sesi perdagangan saham pertengahan pekan ini, Rabu (4/12) di Asia dan juga Jakarta diyakini akan kembali berada dalam kerawanan serius.