Cuci tangan mencegah terjangkit penyakit yang disebabkan oleh kuman dan virus seperti diare, flu, gangguan pernapasan dan cacingan

Sebagian masyarakat masih ada yang menganggap sepele dengan cuci tangan. Padahal, banyak manfaat bagi kesehatan diri jika membiasakan cuci tangan memakai sabun. Salah satunya, mencegah terjangkit penyakit yang disebabkan oleh kuman dan virus seperti diare, flu, gangguan pernapasan dan cacingan.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Nawal Edy Rahmayadi saat menghadiri kegiatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia Provinsi Sumatera Utara (Sumut), di SD Negeri 057222, Desa Tapak Kuda, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Selasa. Adapun tema kegiatan yakni Clean Hands for All atau Tangan Bersih Untuk Semua.

"Jangan sepele ya Bapak dan Ibu Guru, juga para orang tua yang hadir. Anak-anak kita harus dibiasakan untuk cuci tangan. Bukan sekadar cuci tangan ya, harus benar yaitu menggunakan sabun dengan air bersih dan mengalir. Kalau dimulai sejak dini, nanti mereka jadi terbiasa hingga dewasa," ujar Nawal.

Lagi pula, kata Nawal, kebersihan merupakan sebagian dari iman. Sudah sewajarnya membiasakan diri dan keluarga untuk memelihara kebersihan diri dan lingkungan. 

"Di sekolah juga mudah-mudahan di lengkapi sarana cuci tangan, tidak harus mewah. Gunakan jerigen, ember atau botol bekas, diberi kran. Gunakan kreativitas," katanya.

Apresiasi kepada Dinas Kesehatan Provinsi Sumut pun disampaikan Nawal. Dirinya senang bisa bertemu dengan masyarakat Tapak Kuda. Meski menempuh medan jalan yang sedikit sulit, sambutan hangat masyarakat sekitar dan para siswa memberi Nawal dan Wakil Ketua TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah semangat dan energi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Alwi Mujahit mengungkapkan bahwa cuci tangan dengan sabun merupakan kampanye global yang dicanangkan PBB. 

Tujuannya, untuk menurunkan angka kematian anak-anak akibat menderita diare. "Saat ini ada lebih 5.000 penderita diare di dunia, dengan kebiasaan cuci tangan ini diperkirakan akan mengurangi jumlah penderita diare hampir 50 %," ucapnya.

Lebih lanjut, Alwi menjelaskan bahwa salah satu masalah kesehatan yang menjadi prioritas saat ini di Sumut adalah stunting. Fakta mengejutkan, ujar Alwi, ternyata stunting juga memiliki kaitan dengan malas mencuci tangan.

"Anak yang malas cuci tangan misalnya, sebabkan diare. Diare itu sulit menyerap nutrisi, akibatnya terjadi kekurangan gizi. Dalam waktu lama, menyebabkan masalah gizi kronis, pertumbuhan melambat dan bisa berujung pada stunting," jelasnya.

Berikutnya, Alwi pun mengajak para orang tua dan tenaga pendidik untuk serius membudayakan cuci tangan. Di antaranya sebelum makan, sesudah membuang air kecil/besar, saat masuk rumah dan selesai beraktivitas di luar.

Sebelumnya, Kepala Sekolah SDN 057222 Tapak Kuda Jojor Simatupang mengucapkan selamat datang kepada Ketua TP PKK Sumut Nawal Edy Rahmayadi dan rombongan. 

"Begini lah kondisi kami di sini Bu, jauh dari kota. Kami sangat senang menerima kehadiran Ibu dan rombongan, mudah-mudahan kami bisa menjadi sekolah yang tak hanya menggerakkan siswa untuk hidup sehat, tapi juga masyarakat sekitar sekolah," tutur Jojor.

Kegiatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dirangkai dengan beragam kegiatan. Beberapa di antaranya praktik cuci tangan yang dipandu oleh Ketua TP PKK Sumut Nawal dan Wakil Ketua TP PKK Sumut Sri Ayu Mihari. Kemudian, melakukan cap tangan sebagai simbol komitmen budayakan cuci tangan dengan sabun. 

Berikutnya, Nawal juga menyerahkan bantuan dan hadiah kepada siswa pemenang berbagai lomba Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia yang diselenggarakan di SDN 057222 Tapak Kuda.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Langkat Tiorita Terbit Rencana, Wakil Ketua TP PKK Langkat Endang Syah Afandin, unsur Forkopimda Kabupaten Langkat, OPD Kabupaten Langkat, pengurus PKK Sumut, kepala desa, lurah, dan camat, serta para guru dan orang tua siswa.**