Saat ini Krakatau Steel memiliki utang sebesar Rp 40 triliun

Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN, Erick Thohir, mengakui sulit menyelesaikan permasalahan di tubuh PT Krakatau Steel. Dia pun menyerah jika disuruh menyelesaikan permasalahan itu dalam waktu singkat.

Hal itu diungkapkan Erick Thohir saat rapat dengan Komisi VI DPR, di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019. Ini merupakan rapat perdana Erick Thohir dengan legislator.

“Kalau bapak ibu (anggota DPR RI) tanya saya, ‘bisa enggak me-review Krakatau Steel dalam watu seminggu,’ saya angkat tangan,” ujar Erick.

Erick menjelaskan, saat ini Krakatau Steel memiliki utang sebesar Rp 40 triliun. Di lain sisi, perusahaan tersebut memiliki banya anak usaha.

“Krakatau Steel dengan utang hampir Rp 40 triliun punya anak perusahaan yang berjumlah 60,” kata Erick.

Atas dasar itu, Erick ingin membubarkan anak perusahaan BUMN yang tak jelas pembentukannya.

Dia pun meminta persetujuan untuk membuat peraturan menteri agar bisa membubarkan anak perusahaan plat merah yang tak jelas dasar pembentukannya.

“Karena itu Permen ini harus dikeluarkan, di situlah kita ada hak untuk mereview dari anak perusahaan ini,” ucap dia.