Seminar ini juga sebagai upaya untuk mengingatkan akan pentingnya peran serta orang tua dalam tumbuh kembang anak dan remaja

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta Pusat hari ini menggelar seminar Mental Health in Child & Adolescence di ruang rapat besar, Sky Hospital, RSUD Tarakan, Jakarta Pusat.

"Selain untuk meningkatkan pengetahuan tentang kejiwaan, seminar ini juga sebagai upaya untuk mengingatkan akan pentingnya peran serta orang tua dalam tumbuh kembang anak dan remaja,".

Psikiater RSUD Tarakan, dr Meliana Lindawaty menuturkan, seminar mengenai konseling kejiwaan anak dan remaja tersebut diikuti oleh kalangan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, seperti RSUK, Puskesmas, pegawai RSUD Tarakan dan mahasiswa kedokteran.

Dalam seminar itu, para peserta diberikan materi tentang dampak juga cara pencegahan anak agar tidak kecanduan bermain gadget serta pencegahan remaja agar tidak lekas putus asa dan bunuh diri.

"Selain untuk meningkatkan pengetahuan tentang kejiwaan, seminar ini juga sebagai upaya untuk mengingatkan akan pentingnya peran serta orang tua dalam tumbuh kembang anak dan remaja," tuturnya, Kamis.

Dijelaskan Meliana, sebagai upaya pencegahan pihaknya, sejak awal tahun 2019 membuka Poli Jiwa yang bertugas untuk memberikan konseling kejiwaan kepada anak dan remaja.

"Harapannya, Poli Jiwa yang buka setiap hari Kamis pada jam kerja kerja ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk konseling kejiwaan," jelasnya.

Wakil Direktur Umum dan Keuangan dan Plt Wakil Direktur Pelayanan Kesehatan RSUD Tarakan, drg Jessy Widyastuti M kes mengatakan, dalam seminggu ada sekitar empat hingga lima anak yang mengikuti konseling di bagian Poli Jiwa atau Psikiatri anak dan remaja tersebut.

Katanya, ketika layanan konseling ini dibuka (awal tahun 2019) jumlah anak yang melakukan konseling sebanyak dua anak, sekarang jumlahnya bertambah, menjadi empat hingga lima anak yang melakukan konseling selama seminggu.

"Harapannya Poli Jiwa ini dapat membantu para orang tua dalam menghadapi permasalahan kecanduan gadget dan kasus bunuh diri yang terjadi pada anak usia remaja yang cenderung mengalami peningkatan," tandasnya.