Pemerintah India dilaporkan sedang bersiap mengguyur investasi infrastruktur hingga sebesar Rp20.000 triliun dalam 5 tahun ke depan.

Perlambatan yang seakan telah menjadi ‘mode’ bagi kinerja perekonomian dunia nampaknya juga mendera perekonomian India. Negeri yang terkenal dengan film Bollywoodnya itu, terkini merilis kinerja pertumbuhan ekonomi yang masih melambat, dengan hanya membukukan pertumbuhan 4,5% di kuartal Juli-September lalu.

Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi yang terpilih berkat harapan rakyat untuk mendongkrak kineja perekonomiannya, akhirnya harus mengambil langkah keras dan sangat berat untuk menanggulangi perlambatan tersebut.

Sejumlah analis menilai, perlambatan pada perekonomian India yang sangat mungkin masih akan berlanjut hingga dua tahun ke depan. Perkiraan sejumlah analis tersebut nampaknya telah membuat pemerintah India untuk mengambil langkah keras.

Laporan menyebutkan, pemerintah India yang sedang menggodok rencana ambisius untuk menanggulangi perlambatan tersebut dengan mengguyur investasi infrastruktur  hingga senilai 100 triliun Rupee untuk periode lima tahun ke depan. Nilai investasi tersebut setara dengan  Rp20.000 Triliun!

Guyuran investasi infrastruktur yang sangat ambisius tersebut tentu akan memberikan sokongan sangat signifikan dalam menanggulangi perlambatan yang terus mengancam.  Laporan juga menyebutkan, pemerintah India  yang juga sedang mempertimbangkan rencana pemotongan pajak perusahaan guna lebih mendorong pertumbuhan ekonomi. Sementara langkah ekstrim lainnya juga disebutkan mencakup rencana pemerintah India untuk mempercepat penjualan perusahaan milik negara alias swastanisasi BUMN.

Pemerintahan Perdana  Menteri Narendra Modi nampaknya sangat serius dalam menanggulangi ancaman perlambatan ekonomi di negeri terpadat kedua di dunia itu.