Tercatat ada 1.111 atlet dari 37 cabor dan 56 sub cabor yang diikuti pada PON XX 2020

Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) gabungan pengurus KONI, Puslatprov, Pengprov Cabor dan Pelatih dalam rangka menghadapi PON Papua XX 2020, menyepakati tim inti PON Papua terbentuk pada Januari 2020 mendatang.

Hal tersebut sebagaimana hasil rapat yang dihadiri Ketua Puslatprov Papua Brigjen TNI Irham Waroihan, Sekretaris I KONI Papua Daud Ngabalin dan Wakil Ketua Puslaprov Papua Kolonel Donova Pri Pamungkas, Kamis, di Aula Tony A. Rompis Makodam XVII Cenderawasih.

“Tadi kita sudah sepakati (agar tim inti PON Papua rampung dirampungkan pada Januari 2020). Memang yang tercatat saat ada 1.111 atlet dari 37 cabor dan 56 sub cabor yang diikuti pada PON XX 2020”.

“Intinya kita siapkan atlet yang sudah siap bertanding, bukan lagi didik atau membina dari nol. Seperti atletik yang dibina dari nol. Sehingga target kita meraih medali emas di PON bisa tercapai,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya menuturkan hal senada. 

Menurut dia, KONI Papua menargetkan tim inti PON sudah mesti terbentuk pada Januari 2020 mendatang. Sebab bila telat, maka berpotensi mengganggu tahapan maupun persiapan atlet saat iven empat tahunan itu digelar di Papua.

“Saat ini kan kita masih pada tahapan proses promosi degradasi atlet. Sehingga kita harapkan pelatih dan juga tim konsultan yang ada, kemudian tim Puslatprov agar tegas menetapkan atlet unggulan yang bakal berlaga di PON”.

“(Kalau ada atlet) yang main-main, tidak disiplin dan tidak menunjukan progres (kemajuan) secara baik (maksimal,red), sudah diberhentikan (dan ganti dengan yang lebih berkualitas),” tegas dia.