Tinjauan teknikal terkini menunjukkan, pola gerak IHSG yang masih kukuh berada dalam tren jual jangka menengah.

Setelah berhasil melakukan gerak rebound teknikal yang signifikan di sesi penutupan pekan kemarin, Jumat (29/11), indeks harga saham gabungan (IHSG) akhirnya  kembali menjejak posisinya di atas level psikologis pentingnya di 6.000.

IHSG tercatat melompat hingga 0,98% untuk parkir di posisi 6.011,83 dan sekaligus memberikan harapan cerah bagi investor untuk setidaknya terbebas dari gerak turun suram lebih parah. Namun sayangnya, tinjauan teknikal terkini memperlihatkan prospek yang masih sangat suram bagi IHSG dalam menjalani sesi perdagangan pekan depan.

Grafik harian terkini berikut memperlihatkan situasi teknikal yang jauh dari cerah, di mana investor mesti bersiap dengan jantung yang sangat sehat bila berkeras melawan pasar.   

Tren jual jangka menengah terlihat masih sangat solid pada grafik di atas, dan gerak rebound yang terjadi di akhir pekan kemarin sekedar gangguan teknikal yang wajar untk selanjutnya meniti penurunan lebih suram.  Situasi yeknikal yang suram kali ini ditopang oleh masih renggangnya jarak antara indikator MA-Signal dengan batas teknikal psikologisnya.

Pola demikian mencerminkan potensi tekanan jual yang masih sangat besar untuk bersiap meruntuhkan IHSG lebih parah.  Barangkali, sentimen dari kemarahan China yang mengancam penyegelan kesepakatan dagang dengan AS, akan menghadirkan momentum bagi investor untk melakukan tekanan jual yang menakutkan hingga menjungkalkan IHSG ke jurang kesengsaraan yang lebih dalam.

Investor tentu perlu mengantisipasi dengan cermat,  bila gerak naik tajam yang terjadi di sesi akhir pekan ini,  hanya akan menjadi hiburan sesaat di tengah prospek duka berkepanjangan bagi IHSG.