Kasus yang membelit Lukmanul Hakim yang ditunjuk sebagai Staf Khusus Wapres bidang Ekonomi dan Keuangan itu terjadi di luar negeri pada tahun 2016 lalu.

Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, akhirnya buka suara soal kasus penipuan sertifikasi halal yang diduga melibatkan staf khususnya, Lukmanul Hakim.

"Pak Lukmanul Hakim itu kan sudah ada klarifikasinya," kata Ma'ruf Amin di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (27/11/2019).

"Penasehat hukum Pak Lukman sudah menjelaskan bahwa dari hasil investigasi polisi memang tidak ditemukan bukti yang cukup sehingga Bapak Lukmanul Hakim tidak dapat jadi tersangka," tambah Juru Bicara Wapres Masduki Badlowi.

Baca Juga:  Staf Khusus Ma'ruf Amin Ternyata Terlapor Kasus Penipuan Sertifikasi Halal Rp800 Juta

Menurut Masduki, kasus yang membelit Lukmanul Hakim yang ditunjuk sebagai Staf Khusus Wapres bidang Ekonomi dan Keuangan itu terjadi di luar negeri pada tahun 2016 lalu.

Selain itu, kata dia, tidak ada bukti cukup untuk Lukmanul Hakim menjadi tersangka sehingga tidak bisa ada penghakiman. "Sehingga Wapres merasa tak masalah dengan asumsi di dunia hukum, ada namanya praduga tak bersalah. Kalau ada praduga tak bersalah harus kita hormati," kata dia.

"Itu pertimbangan Wapres. Kecuali nanti ada perkembangan lain. Itu yang dimaksud Pak Wapres," tambahnya.

Termasuk jika kepolisian tetap menindaklanjuti dan memeriksa Lukmanul Hakim, maka pihaknya pun mempersilakannya.

Oleh karena itu, apakah Lukmanul Hakim akan tetap dipekerjakan atau tidak, pihaknya akan melihat perkembangan ke depan. "Tadi Pak Wapres sudah menyatakan sudah diklarifikasi dan sampai sekarang masih tetap seperti itu," kata dia.

Baca Juga:  Polisi Sebut Staf Khusus Wapres Lukmanul Hakim Tak Dapat Dijadikan Tersangka

Diketahui, Lukmanul dilaporkan dalam jabatannya sebagai Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

Dalam surat perkembangan penyidikan, polisi disebutkan telah menetapkan satu tersangka, yaitu pihak terlapor lainnya. Tersangka tersebut bernama Mahmood Abo Annaser.

Warga negara Selandia Baru tersebut dijadikan tersangka setelah polisi menemukan cukup bukti bahwa Mahmood melakukan penipuan dengan cara mengatasnamakan LPPOM MUI.