Saat ini, harta kekayaannya mencapai US$ 1,3 miliar atau kurang lebih Rp 18,32 triliun

Miliarder Ciputra meninggal dunia. Chairman dan Founder Ciputra Group itu wafat pada usia 88 tahun di Singapura pada 27 November 2019 pukul 01.05 waktu setempat.

Ciputra merupakan pengusaha kawasan yang bisnisnya sudah sangat menggurita. Selain properti, bisnis pria kelahiran Sulawesi pada 24 Agustus 1931 ini merambah ke sektor kesehatan, media, telekomunikasi dan keuangan.

Mengutip Forbes, Ciputra dinobatkan sebagai orang terkaya dunia nomor 1.941. Sedangkan di Indonesia, ia menduduki peringkat ke-27 orang terkaya.

Saat ini, harta kekayaannya mencapai US$ 1,3 miliar atau kurang lebih Rp 18,32 triliun dengan estimasi kurs 14.095 per dolar AS.

‬Pengembangan Ciputra merupakan salah satu perusahaan properti terbesar di Indonesia dengan proyek yang tersebar di 33 kota.

Gurita Bisnis

Ciputra memulai bisnisnya dengan membuka jasa konsultan properti di garasi rumah.

Di sektor properti atau real estate, Ciputra telah membangun jaringan dari Indonesia bagian barat hingga Indonesia bagian timur. Selama tiga dekade terakhir, Ciputra Group telah berhasil mengembangkan proyek perumahan di 18 kota di Indonesia.

Tak hanya itu, jaringan properti Ciputra juga menjalar hingga ke luar negeri. Ciputra Group telah menjadi perusahaan global.

Melalui kemitraan, Ciputra Group telah berkembang dengan pesat di Vietnam (Ciputra Hanoi International City), Kamboja (Grand Phnom Penh International City), India dan China (Grand Shenyang International City).

Di sektor kesehatan, Grup Ciputra berkembang besar. Perusahaan mengembangkan jaringan rumah sakit di berbagak daerah.

Saat ini, jaringan rumah sakit yang telah didirikan adalah Ciputra Hospital CitraGarden City, Ciputra Hospital Tanggerang, Ciputra Medical Center, Ciputra SMG Eye Clinic (CSEC), dan CDerma – Dermatology and Aesthetic Center.

Ciputra juga mengembangkan bisnis di sektor media dan telekomunikasi. Perusahaan media yang ada di bawah naungan Ciputra antara lain Bintang, Aura, Home, dan Teen. Sedangkan jaringan telekomunikasi berada di bawah Ciptakom yang fokus di jaringan optik.

Di sektor keuangan, Ciputra juga memiliki perusahaan asuransi, yaitu Ciputra Life. Perusahaan ini anak perusahaan dari PT Ciputra International dan PT Tunas Andalan Pratama, yang memperoleh izin usaha asuransi jiwa dari OJK pada 16 Desember 2016 dan mulai memberikan perlindungan asuransi kepada pelanggan pada 1 Februari 2017.