Sistem pemberian beasiswa tersebut bersifat berkelanjutan agar semakin banyak yang nantinya mendapatkan kesempatan beasiswa.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang dermaga terminal pelabuhan umum, PT Karya Citra Nusantara (KCN) turut mendukung pemerintah lewat peningkatan kualitas SDM kemaritiman.

Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara Widodo Setiadi mengatakan pihaknya sepakat dengan pernyataan Presiden Joko Widodo untuk membangun bangsa yang dimulai dari peningkatan kapasitas kualitas SDM Indonesia. Ia melihat SDM Indonesia di bidang kemaritiman masih perlu ditingkatkan lagi.

"Kompetensi SDM Indonesia di industri maritim sendiri, terutama ketika kita bicara konteks ocean going artinya untuk kapal-kapal yang berlabuh atau beredar di seluruh dunia, mungkin untuk SDM-nya masih perlu banyak peningkatan," kata Widodo dalam penandatanganan nota kesepahaman pengembangan SDM bidang kepelabuhan antara PT Karya Citra Nusantara dan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) di Jakarta, Jumat (22/11).

Oleh karena itu, lanjut Widodo, sebagai langkah awal komitmen untuk mendukung peningkatan SDM kemaritiman, pihaknya memberikan beasiswa kepada 50 taruna STIP Marunda Jakarta.

"Untuk langkah pertama kita berikan 50 beasiswa dahulu kepada taruna di STIP," kata Widodo.

Widodo menjelaskan sistem pemberian beasiswa tersebut bersifat berkelanjutan agar semakin banyak yang nantinya mendapatkan kesempatan beasiswa.

"Tahun ajaran ini pun kalau memungkinkan bisa mulai kita lakukan tanpa harus menunggu tahun ajaran yang baru," ungkapnya.

Setelah penandatanganan ini, lanjut Widodo, pihak PT KCN dan STIP akan menggodok mengenai skema beasiswa hingga sistem seleksi calon penerima beasiswa.

Soal besaran beasiswa yang akan diberikan nantinya akan dibahas lagi dengan pihak STIP karena akan ada penyesuaian biaya pendidikan antara biaya pendidikan program studi satu dengan program studi yang lain.

"Nanti juga ada tim seleksi tersendiri yang akan dibantu pihak STIP," ujarnya.

Menurut Widodo, dana yang dikucurkan PT KCN dalam beasiswa ini merupakan salah satu bagian dana CSR yang dialokasikan oleh PT KCN.

"Dana CSR kurang lebih 5 persen, dan beasiswa tersebut merupakan salah satu alokasi dana CSR untuk pendidikan. Untuk presentasinya akan ditetapkan oleh manajemen," jelasnya.

Lebih lanjut, Widodo mengungkapkan saat ini jika dilihat dengan seksama, hampir 70 persen peredaran kapal adalah kapal bendera asing. Dengan adanya UU Pelayaran, Widodo mengatakan hal ini memperbesar ruang bekerja untuk putra putri terbaik Indonesia.

Dengan adanya STIP yang sudah punya standar-standar kompetensi internasional, ia menilai pihaknya tinggal mensinergikan kebutuhan swasta dengan ketersediaan SDM dan kompetensi yang telah diberikan di STIP.

"Kami sepakat dengan presiden kita saat ini bahwa kita sudah terlalu lama memunggungi lautan. Saya sendiri melihat maritim masih belum menjadi pilihan utama di generasi muda kita. Melihat bahwa masih banyak perguruan tinggi yang belum menyediakan jurusan maritim. Padahal kalau kita ingat nenek moyang kita dikenal sebagai seorang pelaut," tukasnya.

Dengan adanya beasiswa ini, Widodo berharap SDM maritim Indonesia semakin berkualitas dan mampu bersaing dan produktif di dunia kerja. Selain itu pula semakin banyak generasi muda yang mau berkontribusi dan berkiprah di dunia kemaritiman.