Tujuh milenial itu adalah Putri Indahsari Tanjung, Adamas Belva Syah Devara, Ayu Kartika Dewi, Angkie Yudistia, Gracia Billy Yosaphat Membrasar, Aminuddin Ma'ruf, dan Andri Taufan Garuda Putra.

Presiden Joko Widodo resmi menunjuk tujuh Staf Khusus Presiden atau SKP dari kalangan milenial. Mereka melengkapi total 14 SKP yang dimiliki Jokowi.

Tujuh milenial itu adalah Putri Indahsari Tanjung, Adamas Belva Syah Devara, Ayu Kartika Dewi, Angkie Yudistia, Gracia Billy Yosaphat Membrasar, Aminuddin Ma'ruf, dan Andri Taufan Garuda Putra.

Baca Juga:  Jadi Stafsus Jokowi, Putri Tanjung Hingga Angkie Yudistia Bakal Diguyur Gaji Hingga Rp51 Juta

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 144 Tahun 2015 tentang besaran Hak Keuangan Bagi Staf Khusus Presiden, Staf Khusus Wakil Presiden, Wakil Sekretaris Pribadi Presiden, Asisten dan Pembantu Asisten, para staf khusus itu akan mendapatkan gaji Rp51 juta. Gaji itu merupakan pendapatan keseluruhan dan sudah termasuk di dalamnya gaji pokok, tunjangan kinerja, dan tunjangan pajak penghasilan.

Namun apa saja tugasnya?

Presiden Jokowi menyatakan, para milenial itu diberi tugas khusus mengembangkan inovasi di berbagai bidang. Menurut Presiden, ketujuh anak muda itu akan menjadi teman diskusi dirinya harian, mingguan, bulanan.

Ia berharap para staf Khusus nantinya memberikan gagasan-gagasan segar yang inovatif sehingga bisa mencari cara-cara baru, cara-cara yang out of the box, yang melompat untuk mengejar kemajuan negara kita.

“Saya juga meminta mereka untuk menjadi jembatan saya dengan anak-anak muda, para santri muda, para diaspora yang tersebar di berbagai tempat,” kata Presiden Jokowi dikutip dari laman Setkab.

Meski demikian, Jokowi menyatakan para tujuh milenial itu tak perlu berkantor setiap hari. Kerja mereka juga tidak full time, karena mereka sudah memiliki kegiatan, memiliki pekerjaan.

“Yang bisa nanti mingguan, bisa.. tidak haruskan ketemu… enggak, enggak harus ketemu, tapi minimal 1 minggu, 2 minggu pasti ketemu. Kan tidak harus harian ketemu, tapi bahwa masukan itu setiap jam, setiap menit kan bisa saja,” kata Presiden Jokowi.

Adapun mengenai pembagian bidang-bidangnya, menurut Presiden Jokowi, ini kerja barengan. Hanya tadi Mbak Angkie (Angkie Yudistia, red), khusus untuk juru bicara bidang sosial. “Saya tambahi tugas itu,” ucap Presiden.