Membandingkan Bung Karno dengan Nabi Muhammad SAW adalah tindakan tidak bijak.

Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri alias Sukmawati kembali dilaporkan ke Kepolisian Daerah Metro Jaya. Kali ini atas dugaan tindak pidana penistaan agama karena membandingkan Nabi Muhammad SAW dengan Presiden RI Pertama Soekarno.

Sukmawati dilaporkan oleh warga bernama Ratih Puspa Nusanti yang merupakan salah anggota Koordinator Bela Islam (Korlabi). Sekretaris Jenderal Korlabi, Novel Bamukmin mengatakan, Ratih merasa nabinya dibandingkan dengan Soekarno, maka dia melaporkan putri Soekarno itu ke polisi.

"Korlabi mendampingi (melapor ke polisi) agar tidak terjadi gejolak di masyarakat," kata Novel Bamukmin, pada Sabtu, (16/11).

Ratih menyertakan video terkait laporan terhadap Sukmawati. Video itu juga telah beredar di media sosial, seperti Youtube. Dalam salah satu video, Sukmawati tampak berdiri di atas mimbar dan berbicara menggunakan pengeras suara. Berikut cuplikan ucapannya:

"Mana lebih bagus Pancasila sama Al Quran? Gitu kan. Sekarang saya mau tanya ini semua, yang berjuang di abad 20 itu nabi yang mulia Muhammad, apa Insinyur Sukarno? Untuk kemerdekaan. Saya minta jawaban, silakan siapa yang mau menjawab berdiri, jawab pertanyaan Ibu ini," ujar Sukmawati Soekarnoputri.

Kasus yang menjerat Sukmawati bukan kali ini. Sebelumnya, ia pernah dilaporkan ke polisi karena ucapannya. Pada 2018, Sukma pernah dilaporkan karena puisi bertajuk 'Ibu Indonesia' yang dibacakannya dalam acara '29 Tahun AnneAvantieBerkarya di Indonesia FashionWeek 2018'. Dalam puisi itu, Sukmawati membandingkan azan dengan kidung dan cadar dengan konde.

Sejumlah pihak menganggap puisi Sukma tersebut telah menistakan ajaran Islam. Tak tanggung-tanggung, ada 30 laporan dilayangkan ke Polda dalam kasus ini.

Kasus ini mendapat respons pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio. Menurutnya, pernyataan Sukmawati yang membandingkan Bung Karno dengan Nabi Muhammad SAW adalah tindakan tidak bijak. Sebab, dua tokoh itu memang tidak bisa dibandingkan dan tidak untuk diperbandingkan.

Menurut Hendri, pernyataan Sukmawati itu hanya membuat gejolak di tengah masyarakat. "Sebaiknya lebih teraturlah. Apalagi beliau putri Bung Karno, seharusnya menjaga perdamaian," kata Hendri, Minggu (17/11).

Hendri menjelaskan, Sukmawati seharusnya tidak perlu membandingkan antara Nabi Muhammad SAW dan Sang Proklamator Soekarno. Keduanya tidak sebanding karena memiiki masa hidup berbeda, kepentingan berbeda, isi berbeda, dan tujuannya berbeda.

Membanding-bandingkan seorang tokoh dengan tokoh lainnya, bagi Hendri, memang bukanlah perbuatan bijak, termasuk membandingkan Soekarno dan presiden lainnya.

"Setiap pemimpin ada masanya, setiap masa ada pemimpinnya. Setiap masa ada tokohnya, setiap tokoh ada masanya. Dan Nabi Muhammad tokoh sepanjang masa," ungkap Hendri seperti dikutip Republika.co.id.

Hendri juga menilai Sukmawati sangat tidak bijak ketika membandingkan Alquran dengan Pancasila. Sebab, Alquran adalah buatan Allah. "Nabi Muhammad dapat wahyu dari Allah. Presiden Soekarno dipilih rakyat," ucapnya.

Hendri pun berharap agar Sukmawati segera menyampaikan permintaan maaf kepada publik sehingga kasus ini tidak berlarut-larut dan bisa diselesaikan dengan cara musyawarah mufakat. Selain itu, ia juga berharap hal semacam ini tak terulang lagi kedepannya.