Adapun rinciannya yakni, pengerjaan persiapan senilai Rp100 juta, pengerjaan taman dan kolam renang Rp3,36 miliar dan pengerjaan air mancur senilai Rp500 juta.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, akan membangun kolam renang di rumah dinasnya di Pakuan. Nilainya mencapai Rp4,3 miliar.

Rencana pembangunan itu diungkapkan Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Imam Budi Hartono. Menurutnya, Ridwan Kamil melakukan pemborosan anggaran untuk kepentingan pribadi.

Imam yang merupakan politisi PKS itu mengungkapkan dana Rp4,356 miliar dari APBD Jawa Barat kan digunakan untuk membuat kolam renang, taman, dan air mancur di Rumah Dinas Gubernur Pakuan (Gubernur Jawa Barat).

Adapun rinciannya yakni, pengerjaan persiapan senilai Rp100 juta, pengerjaan taman dan kolam renang Rp3,36 miliar dan pengerjaan air mancur senilai Rp500 juta.

"Proyek ini menyakitkan hati rakyat Jawa Barat. Di rumah dinas gubernur yang bernama Pakuan sudah lebih dari kata mencukupi untuk tinggal seorang gubernur dan keluarganya," kata Imam pada wartawan, Jumat, 15 November 2019.

Imam menilai, Ridwan Kamil tidak puas dengan kondisi rumah dinas sebelumnya, sehingga dia menambahkan fasilitas untuk kenyamanan lainnya dengan angka yang cukup fantastis. "Di sisi lain kita masih melihat rumah-rumah rakyat di Jawa Barat banyak yang tidak layak, bahkan banyak masih belum memiliki rumah tinggal," ucapnya.

Imam menyebutkan, pada tahun 2020, program Rumah Tidak Layak Huni atau Rutilahu sebanyak 46 ribu unit hanya dianggarkan untuk 10 ribu unit.

"Sementara untuk kepuasan dan menyalurkan bakat di bidang arsitekturnya RK (Ridwan Kamil) pengorbanan usulan itu semua dengan membangun rumah dinasnya, ini menyakitkan hati rakyat," ujarnya.

Tanggapan Ridwan Kamil

Ridwan Kamil langsung menanggapi temuan legislator asal PKS itu. Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengungkapkan, pembuatan kolam renang di rumah dinas (Gedung Pakuan) yang menelan anggaran miliaran rupiah untuk terapi cedera. Hal itu sesuai saran dari dokter yang tidak membolehkannya berolahraga berat.

Ia menyebut, proyek revitalisasi yang menelan anggaran total Rp 4 miliar dilakukan sesuai prosedur dan proporsional. Di luar dari kolam renang, banyak fasilitas yang dibangun untuk kepentingan masyarakat, seperti pengaspalan jalan dan taman.

"Sudah 20 tahun tidak ada yang namanya renovasi (gedung pakuan) yang ada hanya perawatan saja. Jadi, penambahan fasilitas olahraga itu sesuai kebutuhan," ucap dia saat ditemui di Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (15/11).

"Kebutuhannya sangat nyata. Saya itu kaki saya cedera yang kiri. Dokter menyarankan supaya bisa fit bagi gubernur Jabar, tidak boleh lagi berolahraga yang sifatnya impact (langsung ke kaki) seperti lari, loncat-loncat dan sebagainya. Harus terapi dengan yang namanya berenang," ia melanjutkan.

Menurutnya, rumah dinas yang ditempatinya adalah bangunan berusia lebih dari 200 tahun dengan luas hampir dua hektare. Di sana, banyak aktivitas yang melibatkan warga. Para gubernur sebelumnya sudah pernah membangun masjid dan gedung olahraga.

"Pertama tidak menghamburkan uang negara, (penggunaan anggaran) sesuai kebutuhan. Yang kedua yang namanya semua urusan pakuan memang akan berlangsung setiap tahun, karena ini bangunan bersejarah yang harus dirawat disempurnakan," ucap dia.

"Dalam rutinitas masterplan perbaikan yang namanya (Gedung) Pakuan, saya arahan dan setujui kolam yang sebenarnya tidak terlalu besar," ujarnya.

Sementara itu, Kabiro Umum Setda Pemprov Jabar, Iip Hidayat, menuturkan, revitalisasi Gedung Pakuan dikerjakan melalui proses lelang. Sebelum pelaksanaan, terlebih dahulu dikawal oleh kejaksaan dan mendapat izin dari bagian Cagar Budaya. Sebab, kata Iip, Gedung Pakuan merupakan salah satu bangunan Cagar Budaya di Bandung.

Iip memastikan kolam renang yang akan dibangun berukuran tidak terlalu luas dan berbentuk persegi panjang. Terkait desain, dia mengaku belum dapat menjelaskannya secara rinci.

"Dan kolam renangnya kecil persegi panjang saja. Tapi lengkapnya, mah, nanti dijelaskan, takutnya miss," ungkapnya.

Sementara itu, Iip menyebut, revitalisasi taman dilakukan untuk memberi ruang penjamuan yang lebih kekinian. Tak hanya itu, taman dibuat untuk meminimalisasi biaya penggunaan AC yang berlebihan.

Menurut Iip, revitalisasi taman juga dapat memberi kesan terbuka pada masyarakat ataupun tamu yang datang. "Kita ingin memfungsikan juga, soalnya Pak Gubernur 'kan nerima masyarakat, ada rapat segala macam. Jadi rapat tidak hanya di ruangan saja, bisa di luar gitu, 'kan, seperti gaya sekarang itu. Itu bisa menghemat listrik dan AC, kayak gitu," kata dia.

"Supaya terkesan terbuka untuk masyarakat dan nyaman," lanjut Iip.